Sehari Angkat 9 Jenazah, Begini Kisah 3 Relawan Banjarbaru Evakuasi Korban KM Virgo Transport 8

Setelah penyesuaian hampir sehari. Pada hari pertama pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi tiga korban KM Virgo Transport 8.

       ****
Di lokasi kejadian, pembagian tugas dilakukan secara terukur. Tim penyelam Basarnas masuk ke bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mencari dan mengeluarkan korban.

Begitu jenazah muncul ke permukaan, giliran Ikhsan dan Badruzzaman yang merupakan relawan dari Borneo Rescue Banjarbaru  bergerak menggunakan perahu karet.

“Tugas saya membungkus korban-korban yang sudah mengapung,” ungkap Badruzzaman.

Tugas itu bukan perkara mudah. Jenazah yang telah berada di dalam air selama sekitar sepekan mengalami perubahan kondisi fisik.

“Baunya sudah sangat menyengat karena sudah semingguan di air. Kondisi jenazah sudah kaku dan membengkak, jadi cukup susah saat memasukkannya ke dalam kantong jenazah,” tutur Badruzzaman.

Baca Juga :  Ingin Selamatkan Harta Benda saat Kebakaran, Seorang Warga Luka Bakar

Di atas perahu karet yang terus terombang-ambing, mereka harus membungkus setiap jenazah dengan teliti.

Electronic money exchangers listing

Setelah selesai, korban ditarik menuju KN SAR Pacitan oleh Riky yang bertugas di rescue zone, sebelum kemudian diangkut menggunakan helikopter ke daratan.

“Cuaca sebenarnya terang, tapi ombaknya besar. Kadang naik tinggi, kadang turun mendadak. Itu yang membuat kepala pusing dan proses evakuasi jadi makin sulit,” tambah Riky.

Hasil evakuasi pun berbeda setiap hari. Mereka pernah mengangkat hingga sembilan jenazah dalam sehari. Pada hari lain hanya tiga, bahkan satu korban.

Lelah fisik dan tekanan mental tak menyurutkan rasa syukur ketiganya. Bagi Borneo Rescue, keterlibatan dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8 juga menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan anggota menghadapi medan ekstrem.

Baca Juga :  Ahmad Rizani Dikenang sebagai Relawan Peduli, Tetap Bertugas Meski Sesak Napas

“Ini pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami. Koordinasi dengan Basarnas dan instansi lain berjalan sangat bagus. Pengalaman dan mental benar-benar dibentuk di sana,” pungkas Riky.

Kini ketiganya kembali ke daratan untuk beristirahat dan menjalani evaluasi. Namun, pengalaman menghadapi laut lepas, gelombang besar, hingga mengevakuasi korban dari bangkai kapal akan menjadi bagian yang sulit mereka lupakan. (al/ris/jpg)

Setelah penyesuaian hampir sehari. Pada hari pertama pencarian, tim SAR berhasil mengevakuasi tiga korban KM Virgo Transport 8.

       ****
Di lokasi kejadian, pembagian tugas dilakukan secara terukur. Tim penyelam Basarnas masuk ke bangkai KM Virgo Transport 8 untuk mencari dan mengeluarkan korban.

Begitu jenazah muncul ke permukaan, giliran Ikhsan dan Badruzzaman yang merupakan relawan dari Borneo Rescue Banjarbaru  bergerak menggunakan perahu karet.

Electronic money exchangers listing

“Tugas saya membungkus korban-korban yang sudah mengapung,” ungkap Badruzzaman.

Tugas itu bukan perkara mudah. Jenazah yang telah berada di dalam air selama sekitar sepekan mengalami perubahan kondisi fisik.

“Baunya sudah sangat menyengat karena sudah semingguan di air. Kondisi jenazah sudah kaku dan membengkak, jadi cukup susah saat memasukkannya ke dalam kantong jenazah,” tutur Badruzzaman.

Baca Juga :  Ingin Selamatkan Harta Benda saat Kebakaran, Seorang Warga Luka Bakar

Di atas perahu karet yang terus terombang-ambing, mereka harus membungkus setiap jenazah dengan teliti.

Setelah selesai, korban ditarik menuju KN SAR Pacitan oleh Riky yang bertugas di rescue zone, sebelum kemudian diangkut menggunakan helikopter ke daratan.

“Cuaca sebenarnya terang, tapi ombaknya besar. Kadang naik tinggi, kadang turun mendadak. Itu yang membuat kepala pusing dan proses evakuasi jadi makin sulit,” tambah Riky.

Hasil evakuasi pun berbeda setiap hari. Mereka pernah mengangkat hingga sembilan jenazah dalam sehari. Pada hari lain hanya tiga, bahkan satu korban.

Lelah fisik dan tekanan mental tak menyurutkan rasa syukur ketiganya. Bagi Borneo Rescue, keterlibatan dalam operasi SAR KM Virgo Transport 8 juga menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan kemampuan anggota menghadapi medan ekstrem.

Baca Juga :  Ahmad Rizani Dikenang sebagai Relawan Peduli, Tetap Bertugas Meski Sesak Napas

“Ini pengalaman yang sangat luar biasa bagi kami. Koordinasi dengan Basarnas dan instansi lain berjalan sangat bagus. Pengalaman dan mental benar-benar dibentuk di sana,” pungkas Riky.

Kini ketiganya kembali ke daratan untuk beristirahat dan menjalani evaluasi. Namun, pengalaman menghadapi laut lepas, gelombang besar, hingga mengevakuasi korban dari bangkai kapal akan menjadi bagian yang sulit mereka lupakan. (al/ris/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru