Masa pensiun tak membuat Sucipto berhenti mengabdi. Setelah 33 tahun menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya, ia justru menggunakan dana pensiunnya untuk membiayai operasional BPK Kamboja demi terus membantu masyarakat.
Jefri Pratama, Palangka Raya.
Sucipto kini menjadi Komandan BPK Kamboja yang bermarkas di Jalan Kenanga, Kota Palangka Raya.
Barisan pemadam kebakaran swadaya yang ia dirikan sejak masih aktif sebagai ASN itu kini beranggotakan 35 orang dan bermarkas di belakang Gereja Advent.
Menariknya, operasional BPK Kamboja sebagian besar ditopang dari dana pensiun yang diterimanya.
Baginya, uang hasil puluhan tahun bekerja lebih bermanfaat jika digunakan untuk membantu masyarakat daripada hanya dinikmati sendiri.
“Setelah pensiun saya sempat sekitar dua minggu di rumah. Badan malah pegal, tiap hari hanya memandangi atap rumah dan menikmati uang pensiun. Saya merasa tidak nyaman karena jiwa saya memang sudah menyatu dengan pemadam kebakaran,” ujar Sucipto kepada Prokalteng.co saat ditemui di taman kota pada Kamis (6/8/2026).
Keputusan kembali aktif di BPK Kamboja pun diambil tanpa ragu.
Ia mengaku tidak pernah terbebani menggunakan dana pensiunnya untuk operasional, mulai dari kebutuhan peralatan hingga aktivitas anggota.
Bahkan, usai terlibat dalam evakuasi ular saat ditemui, Sucipto memilih bersantai menikmati semangkuk bakso sederhana di Taman Kota Palangka Raya.
Momen itu membuatnya semakin yakin bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari besarnya uang pensiun, melainkan dari kesempatan terus mengabdi kepada masyarakat.
“Uang pensiun ini hasil jerih payah selama bekerja. Lebih baik saya manfaatkan untuk operasional BPK dan membantu masyarakat,” katanya.


