24.2 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Idap Gangguan Mental Akibat Diperkosa

LADY Gaga menderita
gangguan psikotik yakni gangguan mental secara umum setelah jadi korban
perkosaan dan hamil oleh seorang produser ketika berusia 19 tahun. Itu masa
ketika dia berusaha mencari pijakan di industri musik.

Penyanyi yang kini berusia 35 tahun
mengungkapkan kekerasan seksual yang dialaminya dalam wawancara di program
dokumenter “The Me You Can’t See” mengenai kesehatan mental dan efek jangka
panjang trauma.

“Saya bekerja di bisnis ini dan seorang
produser berkata, ‘Lepas pakaianmu’. Dan saya menolak, lalu mereka bilang akan
membakar semua musikku. Dan mereka tidak berhenti. Mereka tidak berhenti
memintaku, dan saya hanya membeku dan saya, saya bahkan tidak ingat,” kata
penyanyi yang pertama kali mengungkapkan kekerasan seksual ini pada 2014.

Baca Juga :  Lepas dari Acara Ini Talkshow, Sule jadi Asisten Raffi Ahmad?

“Pertama, saya merasa sangat-sangat
tersakiti, lalu saya mati rasa. Saya merasa sakit selama berminggu-minggu, dan
berminggu-minggu setelahnya, dan saya sadar itu rasa sakit yang sama ketika
orang yang memperkosa dan menghamili menyudutkan saya,” imbuh Lady Gaga
dilansir dari Reuters.

Penyanyi “Star is Born” itu menderita
gangguan psikotik dan selama beberapa tahun dia merasa bukan orang yang sama
seperti dulu. Tapi Lady Gaga menolak menyebutkan siapa pria yang memperkosanya.

“Saya paham gerakan #MeToo, saya paham
sebagian orang merasa nyaman dengan gerakan itu, tapi saya tidak. Saya tidak
mau menghadapi orang itu lagi,” katanya.

Pada 2012, Lady Gaga mendirikan Born this Way
Foundation untuk orang-orang yang bergumul dengan masalah kesehatan mental. Dia
mengatakan proses penyembuhan berlangsung lambat.

Baca Juga :  Setelah Satu Bulan, Akhirnya Nirina Zubir Sembuh dari Covid-1

“Walau saya mengalami enam bulan yang
cemerlang, hanya butuh satu pemicu untuk merasakan lagi hal-hal buruk,” pungkas
Lady Gaga.

LADY Gaga menderita
gangguan psikotik yakni gangguan mental secara umum setelah jadi korban
perkosaan dan hamil oleh seorang produser ketika berusia 19 tahun. Itu masa
ketika dia berusaha mencari pijakan di industri musik.

Penyanyi yang kini berusia 35 tahun
mengungkapkan kekerasan seksual yang dialaminya dalam wawancara di program
dokumenter “The Me You Can’t See” mengenai kesehatan mental dan efek jangka
panjang trauma.

“Saya bekerja di bisnis ini dan seorang
produser berkata, ‘Lepas pakaianmu’. Dan saya menolak, lalu mereka bilang akan
membakar semua musikku. Dan mereka tidak berhenti. Mereka tidak berhenti
memintaku, dan saya hanya membeku dan saya, saya bahkan tidak ingat,” kata
penyanyi yang pertama kali mengungkapkan kekerasan seksual ini pada 2014.

Baca Juga :  Lepas dari Acara Ini Talkshow, Sule jadi Asisten Raffi Ahmad?

“Pertama, saya merasa sangat-sangat
tersakiti, lalu saya mati rasa. Saya merasa sakit selama berminggu-minggu, dan
berminggu-minggu setelahnya, dan saya sadar itu rasa sakit yang sama ketika
orang yang memperkosa dan menghamili menyudutkan saya,” imbuh Lady Gaga
dilansir dari Reuters.

Penyanyi “Star is Born” itu menderita
gangguan psikotik dan selama beberapa tahun dia merasa bukan orang yang sama
seperti dulu. Tapi Lady Gaga menolak menyebutkan siapa pria yang memperkosanya.

“Saya paham gerakan #MeToo, saya paham
sebagian orang merasa nyaman dengan gerakan itu, tapi saya tidak. Saya tidak
mau menghadapi orang itu lagi,” katanya.

Pada 2012, Lady Gaga mendirikan Born this Way
Foundation untuk orang-orang yang bergumul dengan masalah kesehatan mental. Dia
mengatakan proses penyembuhan berlangsung lambat.

Baca Juga :  Setelah Satu Bulan, Akhirnya Nirina Zubir Sembuh dari Covid-1

“Walau saya mengalami enam bulan yang
cemerlang, hanya butuh satu pemicu untuk merasakan lagi hal-hal buruk,” pungkas
Lady Gaga.

Terpopuler

Artikel Terbaru