PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Harga komoditas daging sapi di Pasar Besar tradisional Kota Palangka Raya, perlahan mulai mengalami penurunan pasca-perayaan Hari Raya Idulfitri.
Menurunnya harga daging sejalan dengan normalnya kembali tingkat permintaan masyarakat setelah sempat melonjak tajam pada H-1 dan H-2 Lebaran.
Hipgi (38), salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Besar Palangka Raya, membenarkan tren penurunan harga tersebut. Menurutnya, harga daging sapi di pasaran kini mulai stabil dan kembali pada harga eceran normal.
“Waktu puncak menjelang Lebaran kemarin, harga daging sapi murni sempat tembus Rp160.000 hingga Rp170.000 per kilogram karena permintaan yang sangat tinggi dari masyarakat. Kalau sekarang harganya sudah berangsur turun di kisaran Rp 135.000 sampai Rp140.000 per kilogram,” ungkap Hipgi saat ditemui di lapaknya, Minggu (29/3/26).
Hipgi menjelaskan. Bahwa penurunan harga ini merupakan siklus tahunan yang wajar. Pasca-Lebaran, daya beli dan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi cenderung menurun. Di sisi lain, ketersediaan stok daging dari distributor maupun Rumah Potong Hewan (RPH) setempat terpantau sangat aman dan mencukupi.
“Untuk stok sangat aman, tidak ada kendala pasokan sama sekali. Hanya saja memang tingkat pembeliannya yang mulai melandai, tidak seramai waktu mau Lebaran. Kebanyakan pembeli kami sekarang ini adalah pelanggan tetap, seperti para pemilik warung makan, katering, atau pedagang bakso,” tambahnya.
Turunnya harga daging sapi ini memberikan angin segar, terutama bagi para pelaku usaha kuliner di Palangka Raya yang bahan baku utamanya bergantung pada daging sapi.
Kondisi harga dan kelancaran pasokan daging di Pasar Besar ini diperkirakan akan terus stabil hingga beberapa pekan ke depan. (her)


