BRILink Agen Mekaar Tembus 426 Ribu, BRI Perkuat Inklusi Keuangan hingga Pelosok

JAKARTA – Jaringan BRILink Agen Mekaar terus meluas hingga 426 ribu agen per Maret 2026. Pencapaian ini menegaskan peran BRI dalam memperkuat inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat ultra mikro hingga ke pelosok negeri.

Penguatan ini merupakan hasil sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM. Lewat kolaborasi tersebut, layanan keuangan makin dekat dan mudah diakses masyarakat di tingkat komunitas.

Tercatat, aktivitas BRILink Agen Mekaar mencapai 2,68 juta transaksi dengan volume Rp3,52 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan keuangan di lapisan masyarakat bawah.

BRILink Agen Mekaar sendiri merupakan pengembangan dari nasabah program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) milik PNM yang fokus memberdayakan perempuan prasejahtera. Para ketua kelompok diberdayakan menjadi agen layanan keuangan, mulai dari transfer, tarik tunai, hingga pembayaran tagihan.

Baca Juga :  BRI Kenalkan Conversational Banking hingga Robot Cash Management di Kick-Off BUMN AI Center

Melalui skema ini, para agen tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan dari sharing fee, tetapi juga berperan aktif membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan pengembangan BRILink Agen Mekaar menjadi strategi penting dalam mendorong inklusi keuangan berkelanjutan.

“BRI membangun ekosistem berbasis sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai agen layanan keuangan. Sinergi Holding Ultra Mikro menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Electronic money exchangers listing

Ia menambahkan, peran BRILink Agen Mekaar kini telah berkembang, tidak hanya sebagai penyedia transaksi, tetapi juga sebagai lifestyle micro provider yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, inisiatif ini turut mendorong pembukaan rekening Simpedes UMi secara masif serta membantu sekitar 1,4 juta debitur PNM naik kelas sepanjang 2025 melalui akses layanan Pegadaian dan BRI.

Baca Juga :  BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei, Sediakan Layanan Keuangan Bagi 360 Ribu PMI Di Taiwan

Program ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam membangun ekonomi dari desa dan lapisan bawah, guna mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan.

“BRILink Agen bukan sekadar kanal layanan, tetapi menjadi infrastruktur penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi segmen unbankable,” tutup Akhmad. ***

JAKARTA – Jaringan BRILink Agen Mekaar terus meluas hingga 426 ribu agen per Maret 2026. Pencapaian ini menegaskan peran BRI dalam memperkuat inklusi keuangan, khususnya bagi masyarakat ultra mikro hingga ke pelosok negeri.

Penguatan ini merupakan hasil sinergi Holding Ultra Mikro (UMi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM. Lewat kolaborasi tersebut, layanan keuangan makin dekat dan mudah diakses masyarakat di tingkat komunitas.

Tercatat, aktivitas BRILink Agen Mekaar mencapai 2,68 juta transaksi dengan volume Rp3,52 triliun. Angka ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan keuangan di lapisan masyarakat bawah.

Electronic money exchangers listing

BRILink Agen Mekaar sendiri merupakan pengembangan dari nasabah program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) milik PNM yang fokus memberdayakan perempuan prasejahtera. Para ketua kelompok diberdayakan menjadi agen layanan keuangan, mulai dari transfer, tarik tunai, hingga pembayaran tagihan.

Baca Juga :  BRI Kenalkan Conversational Banking hingga Robot Cash Management di Kick-Off BUMN AI Center

Melalui skema ini, para agen tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan dari sharing fee, tetapi juga berperan aktif membuka akses layanan keuangan bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, mengatakan pengembangan BRILink Agen Mekaar menjadi strategi penting dalam mendorong inklusi keuangan berkelanjutan.

“BRI membangun ekosistem berbasis sharing economy dengan melibatkan masyarakat sebagai agen layanan keuangan. Sinergi Holding Ultra Mikro menjadi langkah strategis untuk menjawab tantangan inklusi keuangan di Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran BRILink Agen Mekaar kini telah berkembang, tidak hanya sebagai penyedia transaksi, tetapi juga sebagai lifestyle micro provider yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, inisiatif ini turut mendorong pembukaan rekening Simpedes UMi secara masif serta membantu sekitar 1,4 juta debitur PNM naik kelas sepanjang 2025 melalui akses layanan Pegadaian dan BRI.

Baca Juga :  BRI Resmikan Kantor Cabang di Taipei, Sediakan Layanan Keuangan Bagi 360 Ribu PMI Di Taiwan

Program ini juga sejalan dengan Asta Cita pemerintah dalam membangun ekonomi dari desa dan lapisan bawah, guna mendorong pemerataan dan pengentasan kemiskinan.

“BRILink Agen bukan sekadar kanal layanan, tetapi menjadi infrastruktur penting dalam menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperluas inklusi keuangan, khususnya bagi segmen unbankable,” tutup Akhmad. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru