Dimas Adi, Bomber Muda Anyar Persebaya Surabaya Siap Menggebrak

Persebaya Surabaya resmi merekrut striker muda Indonesia, Dimas Adi Prasetyo, untuk menghadapi musim 2026/2027. Penyerang berusia 18 tahun asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, itu datang dengan modal delapan gol dalam 15 pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 bersama PSM Makassar, termasuk dua kali mencetak brace yang menunjukkan naluri tajamnya di depan gawang.

Mengapa Persebaya Surabaya Merekrut Dimas Adi?

Persebaya Surabaya memperkenalkan Dimas Adi sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia yang diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang.

Perekrutan ini sekaligus mempertegas komitmen Green Force memberi ruang bagi pemain muda potensial berkembang di level tertinggi.

Melalui akun resminya, Persebaya Surabaya menyampaikan antusiasme menyambut kedatangan sang penyerang muda. Klub juga mengonfirmasi Dimas langsung bergabung dalam sesi latihan perdana bersama skuad utama.

“Persebaya merekrut bintang muda timnas U-19 Dimas Adi. Rising star kelahiran Parigi Moutong, Sulteng, itu sudah bergabung dalam sesi latihan perdana hari ini.”

“Bersama Garuda Muda di ASEAN U-19 Boys Championship 2026, Dimas mencetak 2 gol dari 5 penampilan. Sebelumnya ia juga bermain di timnas U-17. Di klub sebelumnya, Dimas mencetak delapan gol dari 15 kali penampilan di Elite Pro Academy U-20.”

Electronic money exchangers listing

“Dimas mendapat kontrak jangka panjang bersama Persebaya. Selamat berjuang dan berproses bersama Green Force Dimas…!.”

Selain pengalaman di level klub, Dimas juga telah mengoleksi pengalaman bersama Timnas Indonesia U-17 dan Timnas Indonesia U-19.

Baca Juga :  Persebaya Dilaporkan Telah Mengamankan Atriker Asing, Punya Rekam Jejak Bermain di Indonesia

Pada ASEAN U-19 Boys Championship 2026, ia mencatat dua gol dari lima pertandingan sebagai salah satu penyerang andalan Garuda Muda.

Seberapa Tajam Statistik Dimas Adi di EPA U-20?

Data Transfermarkt menunjukkan Dimas tampil sebanyak 15 kali di EPA Super League U-20 musim 2025/2026. Dari kesempatan tersebut, ia sukses mengemas delapan gol dalam total 1.244 menit bermain.

Catatan itu berarti rata-rata Dimas mencetak satu gol setiap 155,5 menit. Rasio tersebut tergolong impresif untuk pemain yang baru berusia 18 tahun dan masih berada pada tahap pengembangan.

Naluri mencetak golnya juga terlihat dari konsistensi mencetak gol ke berbagai lawan.

Ia mampu membobol gawang Persis Solo U-20, PSIM Yogyakarta U-20, Malut United U-20, Borneo U-20, Bali United U-20 hingga Persebaya Surabaya U-20.

Dimas juga menunjukkan ketenangan saat dipercaya sebagai ujung tombak utama. Sebagian besar penampilannya dimainkan sebagai centre-forward dengan durasi penuh selama 90 menit.

Dua Kali Brace Jadi Bukti Insting Predator

Salah satu statistik paling menarik dari Dimas Adi adalah kemampuannya mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Sepanjang musim EPA U-20, ia dua kali membukukan brace.

Brace pertama lahir saat menghadapi PSIM U-20 pada 1 Februari 2026. Bermain selama 90 menit, Dimas mencetak dua gol dalam kemenangan telak 6-1.

Brace kedua terjadi saat menghadapi Borneo U-20 pada 14 Februari 2026. Timnya menang 3-4 dan Dimas kembali mencetak dua gol menjadikan dirinya pemain paling berbahaya sepanjang pertandingan.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan! Jadwal dan Link Live Streaming Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya

Distribusi gol itu memperlihatkan produktivitasnya tidak hanya bergantung pada satu atau dua pertandingan.

Menariknya, seluruh gol tersebut dicetak menghadapi klub-klub yang dikenal memiliki akademi kuat. Hal itu menjadi nilai tambah karena menunjukkan Dimas mampu bersaing menghadapi bek-bek muda terbaik di Indonesia.

Modal Besar Menuju Tim Utama Green Force

Meski usianya masih sangat muda, pengalaman Dimas sudah cukup lengkap. Ia pernah membela Timnas Indonesia U-17, naik ke Timnas Indonesia U-19, kemudian tampil reguler di EPA Super League U-20 sebelum akhirnya direkrut Persebaya Surabaya.

Secara profil, Dimas Adi Prasetyo lahir di Parigi Moutong pada 13 April 2008 dan berposisi sebagai centre-forward.

Insting mencetak gol menjadi modal utamanya untuk bersaing memperebutkan tempat di lini depan Green Force.

Persebaya Surabaya memberikan kontrak jangka panjang kepada Dimas sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensinya.

Langkah itu menunjukkan klub tidak hanya mengejar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi skuad masa depan.

Kini tantangan berikutnya adalah beradaptasi dengan atmosfer tim senior yang memiliki intensitas jauh lebih tinggi dibanding kompetisi usia muda.

Jika mampu mempertahankan produktivitas seperti saat membela PSM Makassar U-20, bukan tidak mungkin Dimas akan menjadi salah satu penyerang lokal yang mencuri perhatian di kompetisi musim 2026/2027.(jpc)

Persebaya Surabaya resmi merekrut striker muda Indonesia, Dimas Adi Prasetyo, untuk menghadapi musim 2026/2027. Penyerang berusia 18 tahun asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, itu datang dengan modal delapan gol dalam 15 pertandingan Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20 bersama PSM Makassar, termasuk dua kali mencetak brace yang menunjukkan naluri tajamnya di depan gawang.

Mengapa Persebaya Surabaya Merekrut Dimas Adi?

Persebaya Surabaya memperkenalkan Dimas Adi sebagai salah satu talenta muda terbaik Indonesia yang diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang.

Electronic money exchangers listing

Perekrutan ini sekaligus mempertegas komitmen Green Force memberi ruang bagi pemain muda potensial berkembang di level tertinggi.

Melalui akun resminya, Persebaya Surabaya menyampaikan antusiasme menyambut kedatangan sang penyerang muda. Klub juga mengonfirmasi Dimas langsung bergabung dalam sesi latihan perdana bersama skuad utama.

“Persebaya merekrut bintang muda timnas U-19 Dimas Adi. Rising star kelahiran Parigi Moutong, Sulteng, itu sudah bergabung dalam sesi latihan perdana hari ini.”

“Bersama Garuda Muda di ASEAN U-19 Boys Championship 2026, Dimas mencetak 2 gol dari 5 penampilan. Sebelumnya ia juga bermain di timnas U-17. Di klub sebelumnya, Dimas mencetak delapan gol dari 15 kali penampilan di Elite Pro Academy U-20.”

“Dimas mendapat kontrak jangka panjang bersama Persebaya. Selamat berjuang dan berproses bersama Green Force Dimas…!.”

Selain pengalaman di level klub, Dimas juga telah mengoleksi pengalaman bersama Timnas Indonesia U-17 dan Timnas Indonesia U-19.

Baca Juga :  Persebaya Dilaporkan Telah Mengamankan Atriker Asing, Punya Rekam Jejak Bermain di Indonesia

Pada ASEAN U-19 Boys Championship 2026, ia mencatat dua gol dari lima pertandingan sebagai salah satu penyerang andalan Garuda Muda.

Seberapa Tajam Statistik Dimas Adi di EPA U-20?

Data Transfermarkt menunjukkan Dimas tampil sebanyak 15 kali di EPA Super League U-20 musim 2025/2026. Dari kesempatan tersebut, ia sukses mengemas delapan gol dalam total 1.244 menit bermain.

Catatan itu berarti rata-rata Dimas mencetak satu gol setiap 155,5 menit. Rasio tersebut tergolong impresif untuk pemain yang baru berusia 18 tahun dan masih berada pada tahap pengembangan.

Naluri mencetak golnya juga terlihat dari konsistensi mencetak gol ke berbagai lawan.

Ia mampu membobol gawang Persis Solo U-20, PSIM Yogyakarta U-20, Malut United U-20, Borneo U-20, Bali United U-20 hingga Persebaya Surabaya U-20.

Dimas juga menunjukkan ketenangan saat dipercaya sebagai ujung tombak utama. Sebagian besar penampilannya dimainkan sebagai centre-forward dengan durasi penuh selama 90 menit.

Dua Kali Brace Jadi Bukti Insting Predator

Salah satu statistik paling menarik dari Dimas Adi adalah kemampuannya mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan. Sepanjang musim EPA U-20, ia dua kali membukukan brace.

Brace pertama lahir saat menghadapi PSIM U-20 pada 1 Februari 2026. Bermain selama 90 menit, Dimas mencetak dua gol dalam kemenangan telak 6-1.

Brace kedua terjadi saat menghadapi Borneo U-20 pada 14 Februari 2026. Timnya menang 3-4 dan Dimas kembali mencetak dua gol menjadikan dirinya pemain paling berbahaya sepanjang pertandingan.

Baca Juga :  Jangan Lewatkan! Jadwal dan Link Live Streaming Persijap Jepara vs Persebaya Surabaya

Distribusi gol itu memperlihatkan produktivitasnya tidak hanya bergantung pada satu atau dua pertandingan.

Menariknya, seluruh gol tersebut dicetak menghadapi klub-klub yang dikenal memiliki akademi kuat. Hal itu menjadi nilai tambah karena menunjukkan Dimas mampu bersaing menghadapi bek-bek muda terbaik di Indonesia.

Modal Besar Menuju Tim Utama Green Force

Meski usianya masih sangat muda, pengalaman Dimas sudah cukup lengkap. Ia pernah membela Timnas Indonesia U-17, naik ke Timnas Indonesia U-19, kemudian tampil reguler di EPA Super League U-20 sebelum akhirnya direkrut Persebaya Surabaya.

Secara profil, Dimas Adi Prasetyo lahir di Parigi Moutong pada 13 April 2008 dan berposisi sebagai centre-forward.

Insting mencetak gol menjadi modal utamanya untuk bersaing memperebutkan tempat di lini depan Green Force.

Persebaya Surabaya memberikan kontrak jangka panjang kepada Dimas sebagai bentuk kepercayaan terhadap potensinya.

Langkah itu menunjukkan klub tidak hanya mengejar kebutuhan jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi skuad masa depan.

Kini tantangan berikutnya adalah beradaptasi dengan atmosfer tim senior yang memiliki intensitas jauh lebih tinggi dibanding kompetisi usia muda.

Jika mampu mempertahankan produktivitas seperti saat membela PSM Makassar U-20, bukan tidak mungkin Dimas akan menjadi salah satu penyerang lokal yang mencuri perhatian di kompetisi musim 2026/2027.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru