PROKALTENG.CO-Harga minyak mentah dunia kompak memerah atau turun pada perdagangan Senin (12/10) ditengah serangan terbaru terhadap bandara utama Arab Saudi dan serangan baru terhadap kapal tanker di dekat Selat Hormuz.
Melansir Investing pada pukul 07:30 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,98 poin atau 0,94 persen ke level 103,46 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Jumat (9/10) sebesar 103,62 dolar per barel.
Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 1,23 poin atau 1,33 Â persen ke level 90,62 dolar per barel atau lebih rendah jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Jumat (9/10) sebesar 91,02 dolar per barel.
Melansir Reuters, Meningkatnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi yang didukung Iran meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi.
Selain itu, serangan terhadap dua kapal tanker selama akhir pekan memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak dari kawasan tersebut.
Kelompok Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan pada Sabtu terhadap bandara internasional Riyadh yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Sementara itu, otoritas Arab Saudi melaporkan adanya korban luka dalam serangan baru terhadap bandara tersebut pada Minggu.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi dalam melancarkan serangan terhadap kelompok Houthi.
Peristiwa tersebut merupakan dampak meluas dari perang yang lebih besar dengan Iran, yang dilancarkan AS dan Israel pada Februari.
Presiden AS tersebut juga secara tak terduga mengumumkan pada Minggu bahwa Ukraina dan Rusia telah menyepakati gencatan senjata di sektor energi.
Pengumuman itu menyusul kesepakatan pasokan diesel dengan Rusia yang disampaikan pada Jumat.
Selain itu, sejumlah serangan terhadap kapal tanker yang melintasi selat Hormuz kembali dilaporkan sepanjang bulan ini.
Kondisi tersebut mengancam pemulihan ekspor minyak mentah Timur Tengah yang terlihat pada September.
Sebuah kapal tanker dihantam pesawat nirawak di sekitar area labuh Sohar, Oman. Sementara itu, kapal tanker lainnya mengalami kerusakan akibat proyektil yang belum diketahui jenisnya saat melintasi selat Hormuz, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations pada akhir pekan.
Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah Brent untuk Desember menjadi USD 90 per barel, dari sebelumnya USD 85 per barel. Hal tersebut disampaikan para analis yang dipimpin Daan Struyven dalam sebuah catatan riset.
“Kami mempertahankan skenario dasar bahwa penyesuaian pasokan Timur Tengah yang berkelanjutan pada akhirnya akan menurunkan harga minyak mentah. Namun, potensi eskalasi kembali masih menimbulkan risiko kenaikan harga yang signifikan,” ujar analis.
Mereka memperkirakan premi risiko harga minyak mencapai sedikit di atas USD 20 per barel.
“Kami memperkirakan harga WTI, yang saat ini berada pada level tidak biasa lebih rendah dibandingkan Brent akibat tingginya biaya pengiriman AS–Eropa, akan rata-rata mencapai USD 81 per barel pada Desember 2026 dan USD 73 per barel pada 2027,” ujarnya.
Di Teluk Meksiko, perusahaan energi besar Shell, Chevron, dan BP berupaya memindahkan kembali personel serta memulihkan produksi di anjungan lepas pantai mereka setelah Badai Isaias mendarat pada Sabtu pagi. (jpg)


