Karhutla Makin Merajalela di Lamandau, Tim Gabungan Terus Berjibaku Melawan Api

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau makin merajalela dalam beberapa hari terakhir. Maraknya titik api yang muncul secara beruntun membuat tim gabungan kewalahan dan harus terus bekerja keras mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Berdasarkan laporan penanganan Karhutla, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, TNI, Brimob, Polres Lamandau, Satpoldam, serta masyarakat setempat diterjunkan ke dua lokasi kebakaran berbeda di wilayah Kecamatan Bulik.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik pada Minggu (11/10). Petugas bergerak ke lokasi pada pukul 14.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB. Areal yang terbakar merupakan lahan tanah mineral dengan vegetasi semak belukar. Dengan memobilisasi armada truk tangki dari BPBD, Kodim, dan Satpoldam, tim berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih 0,45 hektare.

Baca Juga :  Karhutla Lebih 5 Hektare di Barsel, Polisi Amankan Siswa dan Dalami Aktor Intelektual

Tak berselang lama, pemadaman berlanjut di lokasi kedua, yakni di area belakang Pasar Induk Nanga Bulik pada hari yang sama. Penanganan di lokasi ini berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.20 WIB. Berbeda dari lokasi pertama, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut seluas 3 hektare dengan tipe kebakaran permukaan dan dalam, sehingga membutuhkan kerja ekstra.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (12/10), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya peristiwa kebakaran di dua titik tersebut.

“Iya benar, tim gabungan telah melakukan penanganan Karhutla di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Bulik, yaitu di Desa Bumi Agung dan area belakang Pasar Induk Nanga Bulik,” kata Hendikel, Senin (12/10).

Hendikel menjelaskan bahwa penyebab pasti kebakaran di kedua lokasi tersebut hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  RSUD Gusti Abdul Ghani Bantah Keras Isu Ruang Karaoke dan Pesta Miras

“Untuk penyebab pasti kebakaran di kedua titik tersebut masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujar Hendikel.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa petugas menghadapi tantangan tersendiri saat memadamkan api di belakang Pasar Induk karena merupakan lahan gambut. Meski demikian, berkat kerja keras tim dan pemanfaatan waduk warga sekitar, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan total.

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta selalu waspada mengingat kondisi cuaca saat ini sangat rawan memicu terjadinya Karhutla.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca seperti ini, serta tetap waspada dan segera melapor jika melihat adanya titik api,” tegas Hendikel. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Lamandau makin merajalela dalam beberapa hari terakhir. Maraknya titik api yang muncul secara beruntun membuat tim gabungan kewalahan dan harus terus bekerja keras mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas.

Berdasarkan laporan penanganan Karhutla, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Lamandau, TNI, Brimob, Polres Lamandau, Satpoldam, serta masyarakat setempat diterjunkan ke dua lokasi kebakaran berbeda di wilayah Kecamatan Bulik.

Kebakaran pertama terjadi di Desa Bumi Agung, Kecamatan Bulik pada Minggu (11/10). Petugas bergerak ke lokasi pada pukul 14.50 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.45 WIB. Areal yang terbakar merupakan lahan tanah mineral dengan vegetasi semak belukar. Dengan memobilisasi armada truk tangki dari BPBD, Kodim, dan Satpoldam, tim berhasil memadamkan api yang membakar lahan seluas kurang lebih 0,45 hektare.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Karhutla Lebih 5 Hektare di Barsel, Polisi Amankan Siswa dan Dalami Aktor Intelektual

Tak berselang lama, pemadaman berlanjut di lokasi kedua, yakni di area belakang Pasar Induk Nanga Bulik pada hari yang sama. Penanganan di lokasi ini berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.20 WIB. Berbeda dari lokasi pertama, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut seluas 3 hektare dengan tipe kebakaran permukaan dan dalam, sehingga membutuhkan kerja ekstra.

Saat dikonfirmasi wartawan pada Senin (12/10), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan adanya peristiwa kebakaran di dua titik tersebut.

“Iya benar, tim gabungan telah melakukan penanganan Karhutla di dua lokasi berbeda di wilayah Kecamatan Bulik, yaitu di Desa Bumi Agung dan area belakang Pasar Induk Nanga Bulik,” kata Hendikel, Senin (12/10).

Hendikel menjelaskan bahwa penyebab pasti kebakaran di kedua lokasi tersebut hingga saat ini masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

Baca Juga :  RSUD Gusti Abdul Ghani Bantah Keras Isu Ruang Karaoke dan Pesta Miras

“Untuk penyebab pasti kebakaran di kedua titik tersebut masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang,” ujar Hendikel.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa petugas menghadapi tantangan tersendiri saat memadamkan api di belakang Pasar Induk karena merupakan lahan gambut. Meski demikian, berkat kerja keras tim dan pemanfaatan waduk warga sekitar, seluruh titik api akhirnya berhasil dipadamkan total.

Pihak BPBD Kabupaten Lamandau juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, serta selalu waspada mengingat kondisi cuaca saat ini sangat rawan memicu terjadinya Karhutla.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca seperti ini, serta tetap waspada dan segera melapor jika melihat adanya titik api,” tegas Hendikel. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru