Pasokan BBM Ditambah Dua Kali Lipat, Antrean di SPBU Palangka Raya Mulai Terurai

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya berangsur normal. Sebelumnya, antrean ini sempat mengular selama beberapa hari terakhir.

Terurainya penumpukan kendaraan merupakan hasil dari penambahan kuota pasokan Pertamina. Hal ini juga didukung oleh penerapan kebijakan baru pascakoordinasi dengan pemerintah daerah.

Supervisor (SPV) SPBU di Jalan Soekarno, Rizky R. P, mengungkapkan. Kondisi di lapangan. Menurutnya, situasi jauh lebih kondusif dibandingkan dua atau tiga hari sebelumnya.

“Hari ini perkembangannya antrean mulai berkurang daripada biasanya. Antrean Pertamax maupun Pertalite mulai lengang, sepertinya sudah mulai normal,” ungkap Rizky kepada awak media dilapangan, Minggu (10/5/26).

Langkah cepat Pertamina dalam menambah stok sangat membantu mempercepat pelayanan. Pasokan Pertalite dan Pertamax dikirim hingga dua kali lipat dari kuota biasa.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Pelangsir BBM, Polisi Amankan 2 Operator SPBU dan 3 Penadah

“Biasanya disuplai 16 Kiloliter (KL) Pertalite, 8 KL Pertamax, dan 8 KL Dexlite. Namun hari ini kami mendapat 32 KL Pertalite dan 16 KL Pertamax,” jelasnya.

Penambahan pasokan ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan harian masyarakat agar SPBU tidak sampai kehabisan stok.

Electronic money exchangers listing

Selain penambahan stok, pemangkasan birokrasi pengisian BBM juga diterapkan. Langkah ini diambil menyusul pertemuan pengelola SPBU dengan Gubernur dan Wali Kota.

Menindaklanjuti permintaan Wali Kota, SPBU kini menghapus aturan penggunaan barcode khusus untuk kendaraan roda dua (motor).

“Kebijakan tanpa barcode untuk motor sudah diterapkan dari kemarin untuk mempercepat penyaluran. Kami juga sudah mengaktifkan semua jalur dispenser pengisian,” tambah Rizky.

Guna memastikan seluruh masyarakat yang sudah mengantre terlayani, SPBU memperpanjang waktu operasional hingga pukul 01.00 dini hari. Namun, strategi manajemen waktu tetap diterapkan agar operasional berjalan rapi.

Baca Juga :  HUT Ke-129, BRI Luncurkan Web Series Pakai Hati Reborn Angkat Tema Champion of Financial Inclusion

“Shift buka sampai jam 1 dini hari, tapi jalur masuk kami tutup jam 11 malam. Sisa waktu digunakan untuk menghabiskan antrean yang sudah ada agar mereka tetap dapat BBM,” terangnya.

Terkait kondisi petugas di lapangan yang bekerja ekstra, Rizky tidak menampik adanya kelelahan. Meski demikian, kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik melalui kebijakan pemberian waktu jeda bagi operator pompa.

“Pegawai sedikit kelelahan. Tapi dengan istirahat 1 jam untuk makan atau tidur, mereka kembali fit dan kondisinya aman,” pungkasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU Kota Palangka Raya berangsur normal. Sebelumnya, antrean ini sempat mengular selama beberapa hari terakhir.

Terurainya penumpukan kendaraan merupakan hasil dari penambahan kuota pasokan Pertamina. Hal ini juga didukung oleh penerapan kebijakan baru pascakoordinasi dengan pemerintah daerah.

Supervisor (SPV) SPBU di Jalan Soekarno, Rizky R. P, mengungkapkan. Kondisi di lapangan. Menurutnya, situasi jauh lebih kondusif dibandingkan dua atau tiga hari sebelumnya.

Electronic money exchangers listing

“Hari ini perkembangannya antrean mulai berkurang daripada biasanya. Antrean Pertamax maupun Pertalite mulai lengang, sepertinya sudah mulai normal,” ungkap Rizky kepada awak media dilapangan, Minggu (10/5/26).

Langkah cepat Pertamina dalam menambah stok sangat membantu mempercepat pelayanan. Pasokan Pertalite dan Pertamax dikirim hingga dua kali lipat dari kuota biasa.

Baca Juga :  Bongkar Jaringan Pelangsir BBM, Polisi Amankan 2 Operator SPBU dan 3 Penadah

“Biasanya disuplai 16 Kiloliter (KL) Pertalite, 8 KL Pertamax, dan 8 KL Dexlite. Namun hari ini kami mendapat 32 KL Pertalite dan 16 KL Pertamax,” jelasnya.

Penambahan pasokan ini bertujuan untuk mencukupi kebutuhan harian masyarakat agar SPBU tidak sampai kehabisan stok.

Selain penambahan stok, pemangkasan birokrasi pengisian BBM juga diterapkan. Langkah ini diambil menyusul pertemuan pengelola SPBU dengan Gubernur dan Wali Kota.

Menindaklanjuti permintaan Wali Kota, SPBU kini menghapus aturan penggunaan barcode khusus untuk kendaraan roda dua (motor).

“Kebijakan tanpa barcode untuk motor sudah diterapkan dari kemarin untuk mempercepat penyaluran. Kami juga sudah mengaktifkan semua jalur dispenser pengisian,” tambah Rizky.

Guna memastikan seluruh masyarakat yang sudah mengantre terlayani, SPBU memperpanjang waktu operasional hingga pukul 01.00 dini hari. Namun, strategi manajemen waktu tetap diterapkan agar operasional berjalan rapi.

Baca Juga :  HUT Ke-129, BRI Luncurkan Web Series Pakai Hati Reborn Angkat Tema Champion of Financial Inclusion

“Shift buka sampai jam 1 dini hari, tapi jalur masuk kami tutup jam 11 malam. Sisa waktu digunakan untuk menghabiskan antrean yang sudah ada agar mereka tetap dapat BBM,” terangnya.

Terkait kondisi petugas di lapangan yang bekerja ekstra, Rizky tidak menampik adanya kelelahan. Meski demikian, kondisi tersebut dapat diatasi dengan baik melalui kebijakan pemberian waktu jeda bagi operator pompa.

“Pegawai sedikit kelelahan. Tapi dengan istirahat 1 jam untuk makan atau tidur, mereka kembali fit dan kondisinya aman,” pungkasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru