27.2 C
Jakarta
Sunday, January 11, 2026

Sentuhan BRI Dorong Iswara Food Berkembang dan Berdayakan Ibu-Ibu

SOLO – Sentuhan pendampingan dan pelatihan dari BRI menjadi titik balik perjalanan Iswara Food, usaha bumbu dan tepung bumbu kemasan milik Dewi Aminah, perempuan tangguh asal Solo. Berkat dukungan tersebut, Iswara Food tak hanya berkembang sebagai UMKM berdaya saing, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi ibu-ibu yang ingin mandiri secara ekonomi.

Perjalanan Dewi membangun Iswara Food berangkat dari rangkaian ujian hidup. Sebelum terjun ke bisnis pangan, ia mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Usaha itu menjadi tulang punggung keluarga hingga musibah kebakaran besar melanda Pasar Klewer dan menghanguskan seluruh asetnya.

“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal menikah sampai anak ketiga lahir. Bisnisnya bagus, cari uang relatif mudah. Tapi semuanya habis saat Pasar Klewer terbakar,” kenang Dewi.

Cobaan belum berhenti. Pada tahun 2000, anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Demi memenuhi kebutuhan sang anak, Dewi mulai belajar menyiapkan makanan sehat, meski sebelumnya tidak terbiasa memasak. Dari proses itulah ia mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

Baca Juga :  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pun terus mendukung pengembangan UMKM

“Awalnya saya nggak bisa masak. Tapi karena kebutuhan anak, saya belajar sampai akhirnya bisa membuat bumbu dan tepung kemasan. Saya buat yang berbeda,” ujarnya.

Dewi kemudian mengembangkan produk berbasis tepung mokaf, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan, yang menjadi cikal bakal lahirnya Iswara Food. Perkembangan usahanya semakin pesat setelah bergabung dalam program BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo.

Melalui program pelatihan intensif selama 10 hari tersebut, Dewi mendapatkan banyak wawasan baru, mulai dari strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, pembukaan toko online melalui ponsel, hingga peningkatan kualitas produksi dan kemasan.

Electronic money exchangers listing

“Alhamdulillah, setelah ikut BRIncubator saya jadi lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas produk, sampai akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan ikut BRI Expo,” tuturnya.

Baca Juga :  Bawang Merah Jadi Penyumbang Utama, Inflasi Kalteng Juni 2025 Capai 0,32 Persen,

Pendampingan dari BRI tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis Iswara Food, tetapi juga menggerakkan semangat Dewi untuk berbagi. Ia aktif memberdayakan ibu-ibu di sekitarnya, termasuk ibu anak yatim dan istri warga binaan, agar mampu memulai usaha rumahan dengan modal kecil.

“Saya latih mereka bikin produk, didampingi setiap bulan sampai punya usaha sendiri. Bahkan saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat,” ucapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos proses kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing dan naik kelas.

“BRIncubator adalah wujud komitmen BRI dalam mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan. Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM diharapkan mampu memperkuat daya saing serta menciptakan nilai tambah di pasar,” jelas Dhanny. ***

SOLO – Sentuhan pendampingan dan pelatihan dari BRI menjadi titik balik perjalanan Iswara Food, usaha bumbu dan tepung bumbu kemasan milik Dewi Aminah, perempuan tangguh asal Solo. Berkat dukungan tersebut, Iswara Food tak hanya berkembang sebagai UMKM berdaya saing, tetapi juga menjadi wadah pemberdayaan bagi ibu-ibu yang ingin mandiri secara ekonomi.

Perjalanan Dewi membangun Iswara Food berangkat dari rangkaian ujian hidup. Sebelum terjun ke bisnis pangan, ia mengelola usaha batik di Pasar Klewer sejak awal pernikahan. Usaha itu menjadi tulang punggung keluarga hingga musibah kebakaran besar melanda Pasar Klewer dan menghanguskan seluruh asetnya.

“Awalnya saya punya usaha batik di Pasar Klewer dari awal menikah sampai anak ketiga lahir. Bisnisnya bagus, cari uang relatif mudah. Tapi semuanya habis saat Pasar Klewer terbakar,” kenang Dewi.

Electronic money exchangers listing

Cobaan belum berhenti. Pada tahun 2000, anak ketiganya lahir dengan kondisi autis dan hiperaktif. Demi memenuhi kebutuhan sang anak, Dewi mulai belajar menyiapkan makanan sehat, meski sebelumnya tidak terbiasa memasak. Dari proses itulah ia mengenal dunia bumbu dan olahan tepung.

Baca Juga :  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI pun terus mendukung pengembangan UMKM

“Awalnya saya nggak bisa masak. Tapi karena kebutuhan anak, saya belajar sampai akhirnya bisa membuat bumbu dan tepung kemasan. Saya buat yang berbeda,” ujarnya.

Dewi kemudian mengembangkan produk berbasis tepung mokaf, seperti tepung ayam krispi dan tepung tempe mendoan, yang menjadi cikal bakal lahirnya Iswara Food. Perkembangan usahanya semakin pesat setelah bergabung dalam program BRIncubator dari Rumah BUMN BRI Solo.

Melalui program pelatihan intensif selama 10 hari tersebut, Dewi mendapatkan banyak wawasan baru, mulai dari strategi pemasaran digital, pengelolaan media sosial, pembukaan toko online melalui ponsel, hingga peningkatan kualitas produksi dan kemasan.

“Alhamdulillah, setelah ikut BRIncubator saya jadi lebih percaya diri. Saya belajar pemasaran yang lebih tepat sasaran, meningkatkan kualitas produk, sampai akhirnya pada 2024 mendapat kesempatan ikut BRI Expo,” tuturnya.

Baca Juga :  Bawang Merah Jadi Penyumbang Utama, Inflasi Kalteng Juni 2025 Capai 0,32 Persen,

Pendampingan dari BRI tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis Iswara Food, tetapi juga menggerakkan semangat Dewi untuk berbagi. Ia aktif memberdayakan ibu-ibu di sekitarnya, termasuk ibu anak yatim dan istri warga binaan, agar mampu memulai usaha rumahan dengan modal kecil.

“Saya latih mereka bikin produk, didampingi setiap bulan sampai punya usaha sendiri. Bahkan saya bantu gratis pengurusan PIRT dan halal. Dari rumah pun bisa, yang penting niat,” ucapnya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa BRIncubator merupakan program pelatihan dan pendampingan bagi UMKM binaan Rumah BUMN yang telah lolos proses kurasi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha agar lebih siap bersaing dan naik kelas.

“BRIncubator adalah wujud komitmen BRI dalam mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan. Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM diharapkan mampu memperkuat daya saing serta menciptakan nilai tambah di pasar,” jelas Dhanny. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru