25.5 C
Jakarta
Saturday, January 17, 2026

Atlet SEA Games 2025 Terima Bonus, BRI dan Kemenpora Bekali Literasi Keuangan

JAKARTA – Atlet peraih medali SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menerima bonus penghargaan dari pemerintah, tetapi juga dibekali literasi keuangan agar mampu mengelola pendapatan secara bijak.

Melalui kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, para atlet diberikan edukasi pengelolaan keuangan sebagai bekal masa depan di luar arena pertandingan.

Langkah ini sejalan dengan prestasi gemilang kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali finis sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus tuan rumah, menyamai capaian SEA Games 1995 Chiang Mai. Pada ajang tersebut, Indonesia mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

Atas pencapaian itu, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan berupa bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali SEA Games 2025 Thailand. Penyaluran bonus tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/1/2026), dengan BRI ditunjuk sebagai bank penyalur.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, BRI bersama Kemenpora RI menggelar kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” pada Rabu (7/1/2026) di Menara BRILiaN, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Baca Juga :  BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja

Melalui sesi edukatif bersama perencana keuangan independen sekaligus praktisi literasi finansial ternama, Prita Ghozie, para atlet dibekali pemahaman mengenai tantangan pengelolaan keuangan pascapenerimaan bonus dan penghargaan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi aspek penting bagi atlet berprestasi, terutama dalam mengelola penghasilan yang relatif besar dalam waktu singkat. Menurutnya, pemahaman finansial yang baik akan membantu atlet menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

Electronic money exchangers listing

“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin. Namun, tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.

Senada, Menpora RI Erick Thohir menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan lainnya bertujuan mendorong atlet menjadi juara tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial.

“Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujar Erick Thohir.

Melalui program ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pembentukan kebiasaan finansial yang sehat, serta pengelolaan penghasilan secara berkelanjutan. Dalam sesi tersebut, Prita Ghozie membagikan wawasan praktis agar atlet mampu mengelola bonus, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, baik di arena maupun dalam kehidupan jangka panjang.

Baca Juga :  Dukung Kelancaran Mudik, BRI Bangun Posko Mudik BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol

Sebagai informasi, berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Berprestasi pada SEA Games Ke-33 Thailand 2025, pemerintah menetapkan besaran bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali.

Atlet perorangan menerima bonus Rp1 miliar untuk emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta untuk perunggu. Atlet ganda memperoleh Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Sementara atlet beregu menerima Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih. Pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu. Bagi pelatih dengan perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak, dan Rp31,5 juta untuk perunggu. ***

JAKARTA – Atlet peraih medali SEA Games 2025 Thailand tidak hanya menerima bonus penghargaan dari pemerintah, tetapi juga dibekali literasi keuangan agar mampu mengelola pendapatan secara bijak.

Melalui kolaborasi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, para atlet diberikan edukasi pengelolaan keuangan sebagai bekal masa depan di luar arena pertandingan.

Langkah ini sejalan dengan prestasi gemilang kontingen Indonesia di SEA Games 2025 Thailand. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir, Indonesia kembali finis sebagai runner-up SEA Games saat tidak berstatus tuan rumah, menyamai capaian SEA Games 1995 Chiang Mai. Pada ajang tersebut, Indonesia mengoleksi total 333 medali, terdiri dari 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

Electronic money exchangers listing

Atas pencapaian itu, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan penghargaan berupa bonus kepada atlet dan pelatih peraih medali SEA Games 2025 Thailand. Penyaluran bonus tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/1/2026), dengan BRI ditunjuk sebagai bank penyalur.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, BRI bersama Kemenpora RI menggelar kegiatan literasi dan edukasi keuangan bertajuk “Champions Beyond the Arena: Smart Finance for Champion Athletes” pada Rabu (7/1/2026) di Menara BRILiaN, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir serta Direktur Utama BRI Hery Gunardi.

Baca Juga :  BRI Kembali Buka 3 Program Rekrutmen Pekerja

Melalui sesi edukatif bersama perencana keuangan independen sekaligus praktisi literasi finansial ternama, Prita Ghozie, para atlet dibekali pemahaman mengenai tantangan pengelolaan keuangan pascapenerimaan bonus dan penghargaan.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa literasi keuangan menjadi aspek penting bagi atlet berprestasi, terutama dalam mengelola penghasilan yang relatif besar dalam waktu singkat. Menurutnya, pemahaman finansial yang baik akan membantu atlet menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

“Prestasi di arena olahraga merupakan puncak dedikasi dan disiplin. Namun, tantangan sesungguhnya sering kali muncul di luar arena, terutama dalam mengelola pendapatan, merencanakan masa depan, serta menjaga stabilitas finansial jangka panjang,” ujar Hery Gunardi.

Senada, Menpora RI Erick Thohir menyampaikan bahwa kolaborasi strategis antara Kemenpora, BRI, dan pemangku kepentingan lainnya bertujuan mendorong atlet menjadi juara tidak hanya dalam kompetisi, tetapi juga dalam pengambilan keputusan finansial.

“Kami memandang penting untuk menggandeng BRI bersama para pakar finansial guna memberikan edukasi dan literasi keuangan. Harapannya, para atlet dan pelatih dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengelola penghasilan dan berinvestasi secara tepat,” ujar Erick Thohir.

Melalui program ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya perencanaan keuangan, pembentukan kebiasaan finansial yang sehat, serta pengelolaan penghasilan secara berkelanjutan. Dalam sesi tersebut, Prita Ghozie membagikan wawasan praktis agar atlet mampu mengelola bonus, merencanakan masa depan, dan membangun ketahanan finansial sebagai juara, baik di arena maupun dalam kehidupan jangka panjang.

Baca Juga :  Dukung Kelancaran Mudik, BRI Bangun Posko Mudik BUMN di Bandara dan Rest Area Jalan Tol

Sebagai informasi, berdasarkan Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga RI Nomor 219 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan Olahraga kepada Olahragawan dan Pelatih Berprestasi pada SEA Games Ke-33 Thailand 2025, pemerintah menetapkan besaran bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali.

Atlet perorangan menerima bonus Rp1 miliar untuk emas, Rp315 juta untuk perak, dan Rp157,5 juta untuk perunggu. Atlet ganda memperoleh Rp800 juta untuk emas, Rp252 juta untuk perak, dan Rp126 juta untuk perunggu. Sementara atlet beregu menerima Rp500 juta untuk emas, Rp220,5 juta untuk perak, dan Rp110,25 juta untuk perunggu.

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih. Pelatih atlet perorangan atau ganda memperoleh bonus Rp300 juta untuk emas, Rp126 juta untuk perak, dan Rp63 juta untuk perunggu. Adapun pelatih beregu menerima Rp400 juta untuk emas, Rp189 juta untuk perak, dan Rp94,5 juta untuk perunggu. Bagi pelatih dengan perolehan medali kedua dan seterusnya, bonus diberikan sebesar Rp150 juta untuk emas, Rp63 juta untuk perak, dan Rp31,5 juta untuk perunggu. ***

Terpopuler

Artikel Terbaru