Perusahaan Diminta Turut Berkontribusi Membantu Penanganan Karhutla dan Krisis Air Bersih

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari. Meminta perusahaan, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, turut berkontribusi membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak yang ditimbulkannya.

Pernyataan itu disampaikan, menanggapi pertanyaan terkait peran perusahaan dalam menjaga areal konsesi agar tidak terbakar. Termasuk adanya sejumlah korporasi yang tengah diselidiki terkait dugaan keterlibatan dalam kasus karhutla.

Ansyari mengaku belum menerima informasi rinci mengenai temuan perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran lahan, maupun pelanggaran hukum lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum (APH) harus menindaklanjuti setiap temuan yang didukung bukti yang kuat.

“Kalau memang terdapat pelanggaran dengan bukti yang jelas dan nyata, kami minta aparat penegak hukum silakan melakukan penyelidikan. Jika terbukti, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pendidikan dan Kesehatan, Tommy: Pemda Harus Lebih Cermat

Meski demikian, menurutnya situasi darurat karhutla saat ini membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalteng.

Dia menilai perusahaan yang memiliki sumber daya dan fasilitas pendukung perlu mengambil peran lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap maupun kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

“Kita minta perusahaan, terutama yang memiliki fasilitas dan kemampuan, untuk membantu masyarakat. Baik dalam upaya pemadaman kebakaran maupun penyaluran air bersih,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Ansyari menjelaskan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna mendukung distribusi air bersih ke masyarakat. Namun, salah satu kebutuhan yang masih diperlukan adalah armada pengangkut air atau water truck.

Baca Juga :  Harga Meroket Sementara Pendapatan Stagnan, DPRD Kalteng Ingatkan Ancaman Nyata Anjloknya Daya Beli

Karena itu, dia berharap perusahaan dapat berkontribusi melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nah tinggal water truck-nya saja yang diperlukan. Kita minta dari pihak perusahaan yang memiliki fasilitas tersebut agar berkontribusi. Ini saatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

DPRD Kalteng berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya penanggulangan karhutla sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan warga selama musim kemarau berlangsung. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Ansyari. Meminta perusahaan, khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, turut berkontribusi membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta dampak yang ditimbulkannya.

Pernyataan itu disampaikan, menanggapi pertanyaan terkait peran perusahaan dalam menjaga areal konsesi agar tidak terbakar. Termasuk adanya sejumlah korporasi yang tengah diselidiki terkait dugaan keterlibatan dalam kasus karhutla.

Ansyari mengaku belum menerima informasi rinci mengenai temuan perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran lahan, maupun pelanggaran hukum lainnya. Namun, ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum (APH) harus menindaklanjuti setiap temuan yang didukung bukti yang kuat.

Electronic money exchangers listing

“Kalau memang terdapat pelanggaran dengan bukti yang jelas dan nyata, kami minta aparat penegak hukum silakan melakukan penyelidikan. Jika terbukti, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Pendidikan dan Kesehatan, Tommy: Pemda Harus Lebih Cermat

Meski demikian, menurutnya situasi darurat karhutla saat ini membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Kalteng.

Dia menilai perusahaan yang memiliki sumber daya dan fasilitas pendukung perlu mengambil peran lebih besar untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap maupun kekurangan air bersih akibat musim kemarau.

“Kita minta perusahaan, terutama yang memiliki fasilitas dan kemampuan, untuk membantu masyarakat. Baik dalam upaya pemadaman kebakaran maupun penyaluran air bersih,” katanya.

Ansyari menjelaskan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna mendukung distribusi air bersih ke masyarakat. Namun, salah satu kebutuhan yang masih diperlukan adalah armada pengangkut air atau water truck.

Baca Juga :  Harga Meroket Sementara Pendapatan Stagnan, DPRD Kalteng Ingatkan Ancaman Nyata Anjloknya Daya Beli

Karena itu, dia berharap perusahaan dapat berkontribusi melalui penyediaan sarana dan prasarana yang dimiliki untuk mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Nah tinggal water truck-nya saja yang diperlukan. Kita minta dari pihak perusahaan yang memiliki fasilitas tersebut agar berkontribusi. Ini saatnya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

DPRD Kalteng berharap sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dapat memperkuat upaya penanggulangan karhutla sekaligus meminimalkan dampak yang dirasakan warga selama musim kemarau berlangsung. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru