PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Biaya angkut hasil bumi masyarakat pesisir Katingan dinilai masih cukup berat karena akses menuju Kasongan belum terhubung secara optimal.
DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) pun mendorong pembukaan jalur darat sepanjang sekitar 90 kilometer dari Katingan Kuala menuju Kasongan untuk memangkas biaya distribusi warga.
Wakil Ketua III DPRD Provinsi Kalteng Junaidi, mengungkapkan persoalan konektivitas di wilayah selatan Katingan ini menjadi salah satu fokus perhatian pihaknya.
Secara geografis, kawasan Katingan Kuala memang memiliki akses yang lebih dekat dengan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Oleh karena itu, penataan akses menuju Kasongan sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian daerah mutlak diperlukan.
“Masalah ini sudah menjadi pemikiran saya, baik saat masa reses maupun sebelumnya. Apalagi, keluhan terkait sulitnya akses di Katingan Kuala, khususnya wilayah Katingan I dan II, sempat ramai diperbincangkan warga di media sosial,” ujar Junaidi di Palangka Raya, Selasa (4/8).
Ia menjelaskan, sebelum pemekaran wilayah, kawasan Katingan I dan Katingan II masuk dalam wilayah administratif Kotim.
Setelah mekar, kawasan pesisir tersebut menjadi bagian utuh dari Kabupaten Katingan, sehingga infrastruktur penghubung menuju ibu kota kabupaten harus segera diperkuat.
Saat ini, DPRD Kalteng mendorong penuh kelanjutan pembangunan akses darat tersebut agar mampu memperpendek jarak tempuh menuju pusat distribusi dan Pelabuhan Kelampang di Kasongan.
Pihaknya mendorong alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng diturunkan agar ruas jalan ini minimal bisa dibuka dan fungsional dilewati kendaraan.


