Lebih lanjut, dia menyoroti sebuah ironi dalam tata kelola keuangan negara saat ini. Di satu sisi, Kalteng memiliki sumber daya alam dan potensi tambang yang melimpah ruah.
“Kita bisa lihat, 80 persen pendapatan negara kita bertumpu pada pajak dari masyarakat. Kalau kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Brunei, kita masih sangat jauh,”ujarnya.
Namun di sisi lain, Muhajirin juga mengkritisi sumbangsih sektor tersebut terhadap pembangunan yang dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga. Akibatnya, beban pembangunan infrastruktur dan operasional pemerintahan terus bertumpu pada pajak rakyat.
Lebih lanjut, dia menyoroti sebuah ironi dalam tata kelola keuangan negara saat ini. Di satu sisi, Kalteng memiliki sumber daya alam dan potensi tambang yang melimpah ruah.
“Kita bisa lihat, 80 persen pendapatan negara kita bertumpu pada pajak dari masyarakat. Kalau kita bandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia atau Brunei, kita masih sangat jauh,”ujarnya.
Namun di sisi lain, Muhajirin juga mengkritisi sumbangsih sektor tersebut terhadap pembangunan yang dinilai masih tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga. Akibatnya, beban pembangunan infrastruktur dan operasional pemerintahan terus bertumpu pada pajak rakyat.