29 C
Jakarta
Thursday, June 13, 2024
spot_img

Anak-Anak Perlu Diberikan Pelajaran Perihal Keagamaan, Kebersamaan dan

PALANGKA RAYA-Ketua
DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto menekankan agar anak-anak mulai
dikenalkan akan pentingnya toleransi semenjak usia dini. Keberagaman agama
menjadi kunci pokok terciptanya kedamaian di tengah merebaknya isu intoleransi
yang berkembang.

“Sejatinya manusia
sudah sejak lama hidup bertoleransi dalam keberagaman, dengan menjalin
komunikasi yang baik merupakan poin krusial dalam menciptakan suatu kerukunan
dan toleransi antar umat beragama,” jelas Sigit, Senin (20/1).

Menurutnya, jika itu
ingin terlaksana dengan baik maka anak-anak perlu diberikan kembali pelajaran
perihal keagamaan, kebersamaan dan toleransi. Sehingga di masa depan kerukunan
antar umat, serta nilai-nilai budaya dapat tetap terjalin dengan baik.

“Semua kembali atas
pentingnya peranan orang tua, karena orang tua merupakan individu terdekat
dengan anak. Merekalah yang dapat membantu memberikan pantauan kepada seorang
anak,” ucap Sigit.

Baca Juga :  PTM Kembali Ditunda, Wakil Rakyat Bilang Begini

Ditambahkannya, pentingnya
sikap toleransi diajarkan kepada anak-anak agar ke depan mereka tidak
terpengaruh dengan ajaran yang kurang tepat. Dengan sikap yang mudah
beradaptasi anak-anak dipercaya akan menjadi pribadi yang berhasil.

“Mereka akan memiliki
pribadi yang bagus, memahami dengan baik cara menyikapi terhadap perbedaan.
Terutama bagi kita yang hidup dan tinggal di negara Indonesia, yang memiliki
semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” beber
Sigit.

Jadi, ungkap
Politikus PDI Perjuangan tersebut makna dari semboyan itu kita dapat mengetahui
bahwa Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman suku, agama dan budaya,
itulah yang membuat masyarakat Indonesia disebut masyarakat yang majemuk. (pra/ari)

PALANGKA RAYA-Ketua
DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto menekankan agar anak-anak mulai
dikenalkan akan pentingnya toleransi semenjak usia dini. Keberagaman agama
menjadi kunci pokok terciptanya kedamaian di tengah merebaknya isu intoleransi
yang berkembang.

“Sejatinya manusia
sudah sejak lama hidup bertoleransi dalam keberagaman, dengan menjalin
komunikasi yang baik merupakan poin krusial dalam menciptakan suatu kerukunan
dan toleransi antar umat beragama,” jelas Sigit, Senin (20/1).

Menurutnya, jika itu
ingin terlaksana dengan baik maka anak-anak perlu diberikan kembali pelajaran
perihal keagamaan, kebersamaan dan toleransi. Sehingga di masa depan kerukunan
antar umat, serta nilai-nilai budaya dapat tetap terjalin dengan baik.

“Semua kembali atas
pentingnya peranan orang tua, karena orang tua merupakan individu terdekat
dengan anak. Merekalah yang dapat membantu memberikan pantauan kepada seorang
anak,” ucap Sigit.

Baca Juga :  PTM Kembali Ditunda, Wakil Rakyat Bilang Begini

Ditambahkannya, pentingnya
sikap toleransi diajarkan kepada anak-anak agar ke depan mereka tidak
terpengaruh dengan ajaran yang kurang tepat. Dengan sikap yang mudah
beradaptasi anak-anak dipercaya akan menjadi pribadi yang berhasil.

“Mereka akan memiliki
pribadi yang bagus, memahami dengan baik cara menyikapi terhadap perbedaan.
Terutama bagi kita yang hidup dan tinggal di negara Indonesia, yang memiliki
semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu jua,” beber
Sigit.

Jadi, ungkap
Politikus PDI Perjuangan tersebut makna dari semboyan itu kita dapat mengetahui
bahwa Indonesia memiliki banyak sekali keberagaman suku, agama dan budaya,
itulah yang membuat masyarakat Indonesia disebut masyarakat yang majemuk. (pra/ari)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru