PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya Arif M Norkim mendorong pemerintah kota agar UMKM lebih mengembangkan kerajinan tangan berbasis bahan lokal khas daerah. Langkah ini dinilai penting agar produk UMKM Palangka Raya memiliki identitas kuat dan benar-benar merepresentasikan potensi daerah.
Menurut Arif, meski pemerintah kota patut diapresiasi karena telah membantu UMKM menembus pasar ekspor, penggunaan bahan baku rotan yang sebagian besar berasal dari luar daerah masih menjadi catatan, Selasa (20/1/2025).
“Kita apresiasi upaya pemerintah kota mendorong UMKM sampai bisa ekspor. Tapi perlu dipertanyakan juga, rotan yang dipakai itu asalnya dari mana,” kata Arif.
Ia menjelaskan, selama ini rotan banyak berasal dari Kabupaten Katingan, Kotawaringin Timur, hingga wilayah Barito. Artinya, UMKM di Palangka Raya masih bergantung pada bahan mentah dari luar daerah yang kemudian diolah menjadi produk kerajinan.
“Kalau kita punya bahan baku sendiri, kenapa harus bergantung dari luar daerah,” ujarnya.
Arif menilai, Palangka Raya sebenarnya memiliki potensi bahan baku lokal yang bisa dikembangkan, seperti talipuk atau teratai, ilung, hingga kantung semar, yang dapat diolah menjadi kerajinan bernilai jual.
Menurutnya, penggunaan bahan baku yang identik dengan Palangka Raya akan memberikan ciri khas tersendiri, terutama saat produk UMKM diekspor ke luar negeri.
“Dengan bahan lokal, orang langsung tahu ini produk Palangka Raya. Kalau rotan, bisa dari Katingan, Sampit, atau Barito,” katanya.
Meski begitu, Arif tetap mengapresiasi perhatian pemerintah kota terhadap pengembangan UMKM lokal. Ia menilai kualitas produk UMKM Palangka Raya sudah mampu bersaing di pasar internasional.
“Yang perlu ditekankan, pemberdayaan UMKM harus berbasis potensi lokal. Jangan sampai bahan bakunya dari luar, lalu diklaim sebagai produk Palangka Raya,” tegasnya. (jef)


