27.8 C
Jakarta
Friday, March 28, 2025

Apresiasi Program BMG, DPRD Palangka Raya: Utamakan Kualitas Gizi, Bukan Sekadar Gratis

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai program ini sebagai salah satu langkah unggulan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dede menjelaskan, meskipun petunjuk teknis pelaksanaan program ini masih belum diterbitkan uji coba program MBG sudah mulai dilakukan di berbagai daerah.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Kita wajib mendukung penuh program ini karena manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan anak-anak tetapi juga perekonomian daerah,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (20/1/2025).

Dalam uji coba yang berlangsung, Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi lembaga yang mengelola langsung pelaksanaan di beberapa sekolah. Meskipun demikian, Dede mengingatkan bahwa masih banyak hal yang perlu disempurnakan.

Baca Juga :  Dukung Kebijakan Pemko Lakukan Rapid Test Massal, Legislator Ini Beri

“Pelaksanaan program ini masih dalam tahap awal, sehingga kita harus memahami kekurangan-kekurangan yang ada untuk kemudian diperbaiki ke depannya,” katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG adalah ketiadaan pedoman teknis yang jelas. Hal ini membuat regulasi pelaksanaan masih sulit untuk diimplementasikan secara optimal.

“Yang terpenting adalah semua pihak yang terlibat wajib mengutamakan kualitas gizi makanan. Bukan sekadar memberikan makanan gratis tanpa memperhatikan kandungan gizinya,” tambahnya.

Terkait anggaran, program MBG membutuhkan dukungan dana yang cukup besar dari pemerintah pusat. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pelaksanaan program tersebut, dengan target menjangkau 19,47 juta penerima. Adapun penerapan program ini dilakukan secara bertahap: 40 persen penerima pada 2025, 80 persen pada 2026, dan 100 persen pada 2029.

Baca Juga :  Soal Pencegahan Sengketa Tanah, Kepala Kanwil ATR/BPN Kalteng Tekankan Hal Ini

Politisi ini optimistis, jika program berjalan sesuai rencana, dampaknya akan signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Program MBG ini tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui gizi yang baik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Seperti pemberdayaan petani dan pengusaha lokal yang memasok bahan makanan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan pedoman teknis pelaksanaan program ini agar setiap daerah memiliki acuan yang sama.

“Dengan adanya panduan yang jelas, pelaksanaan program MBG bisa lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,”ujarnya. (ndo/hnd)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Ketua I Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dede Ardiansyah mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai program ini sebagai salah satu langkah unggulan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dede menjelaskan, meskipun petunjuk teknis pelaksanaan program ini masih belum diterbitkan uji coba program MBG sudah mulai dilakukan di berbagai daerah.

“Ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Kita wajib mendukung penuh program ini karena manfaatnya tidak hanya bagi kesehatan anak-anak tetapi juga perekonomian daerah,” ucapnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (20/1/2025).

Dalam uji coba yang berlangsung, Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi lembaga yang mengelola langsung pelaksanaan di beberapa sekolah. Meskipun demikian, Dede mengingatkan bahwa masih banyak hal yang perlu disempurnakan.

Baca Juga :  Dukung Kebijakan Pemko Lakukan Rapid Test Massal, Legislator Ini Beri

“Pelaksanaan program ini masih dalam tahap awal, sehingga kita harus memahami kekurangan-kekurangan yang ada untuk kemudian diperbaiki ke depannya,” katanya.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program MBG adalah ketiadaan pedoman teknis yang jelas. Hal ini membuat regulasi pelaksanaan masih sulit untuk diimplementasikan secara optimal.

“Yang terpenting adalah semua pihak yang terlibat wajib mengutamakan kualitas gizi makanan. Bukan sekadar memberikan makanan gratis tanpa memperhatikan kandungan gizinya,” tambahnya.

Terkait anggaran, program MBG membutuhkan dukungan dana yang cukup besar dari pemerintah pusat. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun untuk pelaksanaan program tersebut, dengan target menjangkau 19,47 juta penerima. Adapun penerapan program ini dilakukan secara bertahap: 40 persen penerima pada 2025, 80 persen pada 2026, dan 100 persen pada 2029.

Baca Juga :  Soal Pencegahan Sengketa Tanah, Kepala Kanwil ATR/BPN Kalteng Tekankan Hal Ini

Politisi ini optimistis, jika program berjalan sesuai rencana, dampaknya akan signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat.

“Program MBG ini tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak-anak melalui gizi yang baik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi daerah. Seperti pemberdayaan petani dan pengusaha lokal yang memasok bahan makanan,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dapat segera menyelesaikan pedoman teknis pelaksanaan program ini agar setiap daerah memiliki acuan yang sama.

“Dengan adanya panduan yang jelas, pelaksanaan program MBG bisa lebih efektif dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semua pihak, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,”ujarnya. (ndo/hnd)

Terpopuler

Artikel Terbaru