PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Menjelang perayaan Natal, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Palangka Raya terpantau mengalami kenaikan. Termasuk komoditas cabai yang di Pasar Besar Palangka Raya menembus kisaran Rp120 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan memang kerap terjadi dan hampir selalu berulang setiap tahun,” ujar Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, Senin (15/12/2025).
Dia menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak, agar lonjakan harga tidak menimbulkan beban berlebih bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum perayaan keagamaan.
“Kami berharap pedagang tidak memanfaatkan momen seperti ini dengan menaikkan harga secara berlebihan,” katanya.
Dia menambahkan, harga yang naik terlalu tinggi dikhawatirkan akan sulit kembali stabil setelah perayaan Natal berlalu.
“Jika harga sudah terlanjur tinggi, biasanya akan sulit turun kembali dan itu tentu merugikan masyarakat,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga, DPRD mendorong adanya langkah pengawasan langsung ke pasar-pasar tradisional.
“Perlu dilakukan inspeksi mendadak ke pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan. Bahwa pengawasan tersebut akan dilaksanakan secara bersama-sama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan DPRD, guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak terjadi penimbunan. (*/adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO– Menjelang perayaan Natal, harga sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Kota Palangka Raya terpantau mengalami kenaikan. Termasuk komoditas cabai yang di Pasar Besar Palangka Raya menembus kisaran Rp120 ribu per kilogram.
“Kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan memang kerap terjadi dan hampir selalu berulang setiap tahun,” ujar Wakil Ketua II DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, Senin (15/12/2025).
Dia menilai kondisi tersebut perlu disikapi secara bijak, agar lonjakan harga tidak menimbulkan beban berlebih bagi masyarakat, khususnya menjelang momentum perayaan keagamaan.
“Kami berharap pedagang tidak memanfaatkan momen seperti ini dengan menaikkan harga secara berlebihan,” katanya.
Dia menambahkan, harga yang naik terlalu tinggi dikhawatirkan akan sulit kembali stabil setelah perayaan Natal berlalu.
“Jika harga sudah terlanjur tinggi, biasanya akan sulit turun kembali dan itu tentu merugikan masyarakat,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli warga, DPRD mendorong adanya langkah pengawasan langsung ke pasar-pasar tradisional.
“Perlu dilakukan inspeksi mendadak ke pasar sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi,” tegasnya.
Dia juga menyampaikan. Bahwa pengawasan tersebut akan dilaksanakan secara bersama-sama antara Pemerintah Kota Palangka Raya dan DPRD, guna memastikan harga bahan pokok tetap terkendali dan tidak terjadi penimbunan. (*/adr)