PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Anggota Komisi C DPRD Kota Palangka Raya Hj Mukarramah menyarankan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya agar berhati – hati dan cermat dalam melakukan evaluasi simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.
Sebagai legislator yang membidangi kesejahteraan masyarakat (Kesra), dirinya sendiri ini memang menyambut baik rencana pelaksanaan PTM terbatas. Namun, saat dilaksanakan, proses PTM benar-benar bisa meminimalkan risiko penularan Covid-19 di kalangan peserta didik.
“Kami tidak ingin adanya gelombang tiga sebaran Covid -19 akibat adanya kelalaian dalam menerapkan suatu program, maka dari itu saat evaluasi hasil simulasi PTM terbatas bisa dengan hati–hati,” ujar Hj Mukarramah, Kamis (14/10).
Menurutnya, dalam pembahasan evaluasi PTM terbatas, jika ditemukan permasalahan di lapangan, maka harus dibahas secara tuntas dan dikoordinasikan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan begitu, lanjutnya, hal–hal yang tidak diinginkan bisa dicegah sejak dini. “Sebelum menjadi masalah besar,” ucapnya.
Bagi Mukarramah, pelaksanaan PTM sendiri memang sudah saatnya diterapkan. Apalagi anak–anak yang selama ini mengikuti dan menerapkan metode pembelajaran dalam jaringan (daring) melalui aplikasi pada ponsel pintar yang dinilai interaksinya agak kurang. Hanya saja jangan gegabah dan lebih cermat.
“PTM terbatas ini berbeda tentunya dengan metode pembelajaran daring, karena dari segi interaksi juga lebih kompleks dan lebih intens PTM terbatas,” pungkasnya.