PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Penanganan sampah di Kota Palangka Raya dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh. Tidak hanya dari sisi pengangkutan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi melihat program bank sampah menjadi salah satu strategi efektif karena mampu menyentuh aspek lingkungan sekaligus ekonomi warga.
Menurutnya, bank sampah telah berjalan di sejumlah wilayah dan terbukti membantu mengurangi timbunan sampah rumah tangga. Program tersebut juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat dari hasil penjualan sampah yang memiliki nilai ekonomis.
“Bank sampah tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi bagi warga. Ini solusi yang menyentuh dua aspek sekaligus, lingkungan dan kesejahteraan,” ucapnya pada Rabu (4/3/2026).
Hasan menjelaskan, melalui bank sampah, warga dapat memilah dan mengumpulkan sampah seperti kertas, plastik, kaleng, hingga botol kaca untuk ditimbang dan dicatat seperti menabung. Hasil penjualan sampah, dapat ditukar dalam bentuk uang atau dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing.
Dikatakannya bahwa pola ini tidak hanya mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Kalau masyarakat sudah merasakan manfaat ekonominya, kesadaran untuk memilah dan tidak membuang sampah sembarangan akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.
Pihaknya mendorong program bank sampah diperluas ke seluruh kelurahan di Kota Palangka Raya dengan dukungan maksimal dari pemerintah kota melalui instansi teknis terkait.
Dukungan tersebut, menurutnya bisa seperti pembinaan, penyediaan sarana prasarana, hingga pendampingan manajemen pengelolaan.
Selain penguatan bank sampah, Hasan juga mengingatkan pentingnya penggunaan jasa operator pengangkutan sampah resmi yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan lebih teratur dan sesuai standar.
“Kami mengimbau masyarakat menggunakan jasa operator resmi agar pengangkutan terjadwal dan tidak terjadi pembuangan sembarangan,” imbaunya.
Ia menambahkan, praktik pembuangan sampah secara liar bukan hanya mencoreng wajah kota, tetapi juga berpotensi berdampak kesehatan bagi masyarakat.
“Pembuangan sembarangan bisa memicu pencemaran lingkungan, penyebaran penyakit, dan tentu saja mengganggu kenyamanan warga. Ini yang harus kita cegah bersama,” ucapnya.
Melalui sinergi antara program bank sampah dan sistem pengangkutan resmi yang disiplin, dirinya percaya pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya dapat semakin tertata, serta membawa dampak manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (jef)


