PURUK CAHU, PROKALKTENG.CO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Murung Raya dalam mempercepat penurunan angka stunting mendapatkan pengakuan signifikan setelah meraih sejumlah penghargaan pada acara Rakorda Stunting Tahun 2026.
Penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, melainkan juga konfirmasi terhadap keberhasilan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang telah dijalankan untuk menangani permasalahan yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia tersebut.
Pada hari Rabu (29/4), Bupati Murung Raya Heriyus M. Yoseph, didampingi Wakil Bupati Rahmanto Muhidin dan Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya Ny. Wanirta Heriyus, menghadiri acara Rakorda Stunting 2026 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Murung Raya berhasil membawa pulang tiga penghargaan penting. Yaitu Juara Harapan I dalam Penilaian Kinerja Stunting, Pengakuan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Berkualitas, serta pengakuan atas keberhasilan penyelenggaraan Pekan GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) yang telah menyentuh berbagai wilayah di kabupaten tersebut.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut bukan hanya sekadar untuk menerima penghargaan, melainkan juga sebagai bagian dari proses evaluasi kinerja dan penguatan strategi pembangunan keluarga serta percepatan penurunan stunting di daerah.
Menanggapi capaian tersebut, Wakil Ketua I DPRD Murung Raya Dina Maulidah menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat dipandang sebatas isu kesehatan semata.
“Persoalan stunting memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia, produktivitas daerah, hingga daya saing jangka panjang bagi Kabupaten Murung Raya dan Provinsi Kalimantan Tengah secara keseluruhan,” jelas Dina, Kamis (30/4).
Ia mengapresiasi capaian positif yang telah dicapai Pemerintah Kabupaten Murung Raya, namun menegaskan bahwa upaya yang telah dilakukan belumlah cukup untuk menjawab tantangan yang akan datang.
“Kami mengapresiasi capaian yang telah diraih, namun kita menyadari bahwa ini bukan akhir dari perjuangan. Tantangan masih ada dan kita harus terus bergerak maju,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program penurunan stunting, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat, hingga pihak swasta. Oleh karena itu, seluruh pihak tidak boleh berpuas diri dan harus terus memperkuat upaya percepatan secara terarah serta berkelanjutan.
Program penurunan stunting yang diimplementasikan di Kabupaten Murung Raya memiliki fokus strategis pada pembangunan keluarga sepanjang siklus kehidupan, dengan perhatian utama pada 1.000 hari pertama kehidupan sebagai fase krusial dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, pendekatan pemberdayaan juga menjangkau kelompok rentan, antara lain lansia melalui program Sidaya, serta memberikan intervensi gizi komprehensif bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di seluruh kecamatan.
Dia menegaskan bahwa penghargaan yang diterima harus menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja di lapangan, bukan sekadar sebagai capaian administratif semata. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya angka capaian yang tercatat di lembar kerja, tetapi bagaimana setiap intervensi yang dilakukan tepat sasaran dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan keluarga. Kita ingin memastikan bahwa anak-anak di Kabupaten Murung Raya tumbuh dengan sehat dan berkembang optimal, yang tentunya dimulai dari keluarga yang kuat dan sejahtera,” pungkasnya.(pan)


