34.2 C
Jakarta
Monday, April 22, 2024

Dewan Kawal Insiden Kapal BBM Serempet Rumah Warga

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Kapal tanker pengangkut
BBM Pertamina dengan nama kapal SPOB Kapuas, menyerempet lanting jamban dan
kelotok ces milik warga di Sungai Mentaya Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan
Baamang, sehingga menimbulkan kerusakan, bahkan ada yang tenggelam.

 

Ketua
Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Dadang Siswanto SH mengatakan, pihaknya ikut
mengawal penanganan insiden kapal pengangkut bahan bakar minyak yang
dioperasikan Pertamina yang menyerempet lanting jamban dan kelotok ces milik
warga di Sungai Mentaya Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang pada Rabu
(25/8) sore kamarin.

 

“Kami
akan terus memantau dan mengawal masalah ini. Agar masyarakat yang menjadi
korban kejadian ini mendapatkan haknya secara penuh. Dan hari ini, pihak
kelurahan bersama warga dan pemilik kapal akan menyelesaikan ganti rugi,”
ujar Dadang saat mematau kelokasi kejadian pada Kamis (27/8).

 

Dadang
bersama Sekretaris Komisi IV Nadie dan anggotanya Handoyo J Wibowo, Bima
Santoso dan Modika Latifah Munawarah berkunjung ke lokasi kejadian. Mereka
berbincang dengan warga, lurah, ketua RW dan ketua RT terkait kejadian
tersebut.

Baca Juga :  Semua Usulan dari Masing-Masing Komisi Disetujui dalam Rapat Kompilasi

 

“Pertamina
harus bertanggung jawab untuk mengganti semua kerugian warga, dan ini juga
harus menjadi perhatian Pertamina dan mitra kerjanya karena insiden seperti ini
mengancam keselamatan warga, untungnya kejadian kemarin tidak sampai
menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.

 

Politisi
Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan kejadian yang berulang ini menunjukkan
bahwa faktor keamanan dan keselamatan pelayaran terabaikan. Ini menjadi dasar
bahwa keberadaan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) milik Pertamina di
kawasan permukiman itu harus dievaluasi.

 

Menurut
Dadang, pasokan bahan bakar minyak oleh Pertamina memang vital, tetapi jangan
pula kegiatannya mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat. Ini perlu
dikaji, apa solusi agar potensi kerawanan tersebut tidak terus menghantui
masyarakat setempat.

 

“Kami
di DPRD akan menindaklanjuti ini lebih jauh agar kejadian seperti ini tidak
terulang lagi, apakah ini karena kelalaian, teknis, alam atau karena keberadaan
TUKS itu sendiri yang perlu kita evaluasi karena berada di permukiman
warga” Tutup Dadang.

Baca Juga :  Dewan: Segera Normalisasi Drainase

 

Sementara itu,
Lurah Baamang Hulu Kasmojoyo berharap pihak Pertamina maupun perusahaan pemilik
kapal untuk bertanggung jawab secara penuh. Kejadian itu memang tidak
diinginkan oleh siapapun, tetapi kerugian warga tetap harus diganti.

 

“Kami
berharap ini menjadi perhatian bersama agar tidak sampai terulang. Kejadian
seperti ini harus dicegah karena juga mengancam keselamatan masyarakat
sekitar,” harap Kasmojoyo.

 

Sementara
itu Ketua RW 01 Kelurahan Baamang Hulu Muhammad Mastiar mengatakan, bahwa
kerusakan akibat kejadian itu ada di RT 20, ada tiga lanting jamban. Sedangkan
di RT 01, ada sembilan lanting jamban dan tiga kelotok ces yang rusak maupun
tenggelam.

 

“Kami
tadi malam melakukan perhitungan kerugian sekitar Rp 78 juta. Tapi itu belum
final karena masih ada kerugian warga lainnya yang belum terdata. Dan tadi
malam, pihak Pertamina melalui perusahaan pemilik kapal menyatakan siap
bertanggung jawab. Mudah-mudahan itu dapat direalisasikan,” tutupnya.

 

SAMPIT,KALTENGPOS.CO-Kapal tanker pengangkut
BBM Pertamina dengan nama kapal SPOB Kapuas, menyerempet lanting jamban dan
kelotok ces milik warga di Sungai Mentaya Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan
Baamang, sehingga menimbulkan kerusakan, bahkan ada yang tenggelam.

 

Ketua
Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Dadang Siswanto SH mengatakan, pihaknya ikut
mengawal penanganan insiden kapal pengangkut bahan bakar minyak yang
dioperasikan Pertamina yang menyerempet lanting jamban dan kelotok ces milik
warga di Sungai Mentaya Kelurahan Baamang Hulu Kecamatan Baamang pada Rabu
(25/8) sore kamarin.

 

“Kami
akan terus memantau dan mengawal masalah ini. Agar masyarakat yang menjadi
korban kejadian ini mendapatkan haknya secara penuh. Dan hari ini, pihak
kelurahan bersama warga dan pemilik kapal akan menyelesaikan ganti rugi,”
ujar Dadang saat mematau kelokasi kejadian pada Kamis (27/8).

 

Dadang
bersama Sekretaris Komisi IV Nadie dan anggotanya Handoyo J Wibowo, Bima
Santoso dan Modika Latifah Munawarah berkunjung ke lokasi kejadian. Mereka
berbincang dengan warga, lurah, ketua RW dan ketua RT terkait kejadian
tersebut.

Baca Juga :  Semua Usulan dari Masing-Masing Komisi Disetujui dalam Rapat Kompilasi

 

“Pertamina
harus bertanggung jawab untuk mengganti semua kerugian warga, dan ini juga
harus menjadi perhatian Pertamina dan mitra kerjanya karena insiden seperti ini
mengancam keselamatan warga, untungnya kejadian kemarin tidak sampai
menimbulkan korban jiwa,” ucapnya.

 

Politisi
Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan kejadian yang berulang ini menunjukkan
bahwa faktor keamanan dan keselamatan pelayaran terabaikan. Ini menjadi dasar
bahwa keberadaan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS) milik Pertamina di
kawasan permukiman itu harus dievaluasi.

 

Menurut
Dadang, pasokan bahan bakar minyak oleh Pertamina memang vital, tetapi jangan
pula kegiatannya mengancam keamanan dan keselamatan masyarakat. Ini perlu
dikaji, apa solusi agar potensi kerawanan tersebut tidak terus menghantui
masyarakat setempat.

 

“Kami
di DPRD akan menindaklanjuti ini lebih jauh agar kejadian seperti ini tidak
terulang lagi, apakah ini karena kelalaian, teknis, alam atau karena keberadaan
TUKS itu sendiri yang perlu kita evaluasi karena berada di permukiman
warga” Tutup Dadang.

Baca Juga :  Dewan: Segera Normalisasi Drainase

 

Sementara itu,
Lurah Baamang Hulu Kasmojoyo berharap pihak Pertamina maupun perusahaan pemilik
kapal untuk bertanggung jawab secara penuh. Kejadian itu memang tidak
diinginkan oleh siapapun, tetapi kerugian warga tetap harus diganti.

 

“Kami
berharap ini menjadi perhatian bersama agar tidak sampai terulang. Kejadian
seperti ini harus dicegah karena juga mengancam keselamatan masyarakat
sekitar,” harap Kasmojoyo.

 

Sementara
itu Ketua RW 01 Kelurahan Baamang Hulu Muhammad Mastiar mengatakan, bahwa
kerusakan akibat kejadian itu ada di RT 20, ada tiga lanting jamban. Sedangkan
di RT 01, ada sembilan lanting jamban dan tiga kelotok ces yang rusak maupun
tenggelam.

 

“Kami
tadi malam melakukan perhitungan kerugian sekitar Rp 78 juta. Tapi itu belum
final karena masih ada kerugian warga lainnya yang belum terdata. Dan tadi
malam, pihak Pertamina melalui perusahaan pemilik kapal menyatakan siap
bertanggung jawab. Mudah-mudahan itu dapat direalisasikan,” tutupnya.

 

Terpopuler

Artikel Terbaru