26.7 C
Jakarta
Friday, May 24, 2024
spot_img

Dewan: Segera Normalisasi Drainase

SAMPIT,KALTENGPOS.CO– Curah hujan yang tinggi dalam
beberapa hari ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah
jalan, gang dan perumahan warga terendam air. T
ak hanya itu, beberapa desa di daerah hulu juga mengalami banjir bahkan sebagian
warga desa mengungsi.

 

Anggota
DPRD Kotim Riskon Fabiansyah meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan
normalisasi drainase dan anak sungai untuk mencegah banjir kembali melanda.
Sebab,
menurutnya jika
tidak
dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dalam kota, maka masalah ini
akan mengganggu aktivitas masyarakat dalam rangka menggiatkan ekonomi.

 

“Kami
meminta Pemkab Kotim untuk segera melakukan normalisasi drainase di Kota
Sampit, karena kekhawatiran kami terbukti saat ini. Akibat curah hujan yang
tinggi
terbukti Jalan Jenderal Sudirman Km 4 dekat Islamic Center nyaris terputus
akibat meluapnya air dari saluran drainase yang sejak Sabtu (17/10),”keluhnya,
Rabu (21/10).

Baca Juga :  Raih WTP Kedelapan Kalinya, DPRD Apresiasi Kinerja Seluruh Instansi

 

Menurutnya,
akibat luapan air tersebut membuat antrean kendaraan roda empat untuk melintas
di lokasi banjir tersebut mengular hingga lebih dari satu kilometer dan ini
terjadi beberapa hari. Hal ini merupakan (PR) pekerjaan rumah bagi pemerintah
daerah bagaimana cara pengulangannya agar banjir di daerah tersebut tidak
terjadi lagi.

 

“Masalah
yang hampir sama menimpa di fasiltas RSUD dr Murdjani Sampit. Sejumlah ruangan
seperti ruang operasi dan rontgen lumpuh akibat genangan air, dan ini bukan
pertama kali terjadi, tetapi hampir setiap hujan deras areal tersebut tergenang
air yang akhirnya menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap
Riskon.

 

Politisi
muda Partai Golkar ini juga mengatakan idealnya sebelum gedung baru RSUD dr
Murdjani dioperasionalkan.  Masalah
banjir di rumah sakit tersebut bisa terselesaikan terlebih dahulu, walaupun
pelayanannya nanti sudah berpindah ke gedung baru.  Tetapi gedung yang lama, bisa dimanfaatkan
untuk kegiatan pelayanan lain.  Sehingga
tidak terbengkalai karena dana yang dipakai untuk membangun fasilitas tersebut
berasal dari rakyat sehingga jangan sampai mubazir.

Baca Juga :  Banyak Produk Lokalan Diperjualbelikan Melalui Cara Unik dan Menarik

 

Riskon
juga meminta Bupati Kotim mengeluarkan kebijakan dan mengajak camat, lurah,
ketua RT dan RW menggalakkan kembali program gotong-royong untuk membersihkan
saluran drainase di lingkungan masing-masing. hal itu, agar apabila hujan deras
tidak terjadi banjir lagi.

 

“Dampak banjir bisa
kita minimalisir dengan mengalakkan lagi program gontong royong untuk
membersihlan saluran drainase setiap minggu, karena banyak kita melihat saluran
drainase yang ada, kurang terawat. Untuk itu perlu didukung seluruh elemen
masyarakat Kabupaten Kotim agar daerah ini bebas dari bahaya banjir,”
tutupnya.

SAMPIT,KALTENGPOS.CO– Curah hujan yang tinggi dalam
beberapa hari ini di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membuat sejumlah
jalan, gang dan perumahan warga terendam air. T
ak hanya itu, beberapa desa di daerah hulu juga mengalami banjir bahkan sebagian
warga desa mengungsi.

 

Anggota
DPRD Kotim Riskon Fabiansyah meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan
normalisasi drainase dan anak sungai untuk mencegah banjir kembali melanda.
Sebab,
menurutnya jika
tidak
dilakukan normalisasi drainase dan anak sungai dalam kota, maka masalah ini
akan mengganggu aktivitas masyarakat dalam rangka menggiatkan ekonomi.

 

“Kami
meminta Pemkab Kotim untuk segera melakukan normalisasi drainase di Kota
Sampit, karena kekhawatiran kami terbukti saat ini. Akibat curah hujan yang
tinggi
terbukti Jalan Jenderal Sudirman Km 4 dekat Islamic Center nyaris terputus
akibat meluapnya air dari saluran drainase yang sejak Sabtu (17/10),”keluhnya,
Rabu (21/10).

Baca Juga :  Raih WTP Kedelapan Kalinya, DPRD Apresiasi Kinerja Seluruh Instansi

 

Menurutnya,
akibat luapan air tersebut membuat antrean kendaraan roda empat untuk melintas
di lokasi banjir tersebut mengular hingga lebih dari satu kilometer dan ini
terjadi beberapa hari. Hal ini merupakan (PR) pekerjaan rumah bagi pemerintah
daerah bagaimana cara pengulangannya agar banjir di daerah tersebut tidak
terjadi lagi.

 

“Masalah
yang hampir sama menimpa di fasiltas RSUD dr Murdjani Sampit. Sejumlah ruangan
seperti ruang operasi dan rontgen lumpuh akibat genangan air, dan ini bukan
pertama kali terjadi, tetapi hampir setiap hujan deras areal tersebut tergenang
air yang akhirnya menghambat pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ucap
Riskon.

 

Politisi
muda Partai Golkar ini juga mengatakan idealnya sebelum gedung baru RSUD dr
Murdjani dioperasionalkan.  Masalah
banjir di rumah sakit tersebut bisa terselesaikan terlebih dahulu, walaupun
pelayanannya nanti sudah berpindah ke gedung baru.  Tetapi gedung yang lama, bisa dimanfaatkan
untuk kegiatan pelayanan lain.  Sehingga
tidak terbengkalai karena dana yang dipakai untuk membangun fasilitas tersebut
berasal dari rakyat sehingga jangan sampai mubazir.

Baca Juga :  Banyak Produk Lokalan Diperjualbelikan Melalui Cara Unik dan Menarik

 

Riskon
juga meminta Bupati Kotim mengeluarkan kebijakan dan mengajak camat, lurah,
ketua RT dan RW menggalakkan kembali program gotong-royong untuk membersihkan
saluran drainase di lingkungan masing-masing. hal itu, agar apabila hujan deras
tidak terjadi banjir lagi.

 

“Dampak banjir bisa
kita minimalisir dengan mengalakkan lagi program gontong royong untuk
membersihlan saluran drainase setiap minggu, karena banyak kita melihat saluran
drainase yang ada, kurang terawat. Untuk itu perlu didukung seluruh elemen
masyarakat Kabupaten Kotim agar daerah ini bebas dari bahaya banjir,”
tutupnya.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru