22.4 C
Palangkaraya
Saturday, April 1, 2023

Pemerintah Harus Melakukan Kajian Penyebab Terjadinya Banjir

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah ST, mengatakan, musibah banjir yang terjadi di wilayah utara sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, karena semua aktifitas masyarakat didaerah tersebut terkendala bahkan infrastuktur jalan pun menjadi rusak.

“Dampak banjir ini sangat banyak selain menggaggu aktivitas warga juga merusak infrastuktur jalan baik jalan kecamatan hingga jalan desa, dan juga akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, karena segala kebutuhan pokok pun bisa menjadi naik ini juga akan menyusahkan mereka,” kata Jualiansyah, Senin (7/11).

Dirinya mengatakan pemeritah daerah harus benar-benar melakukan kajian langsung apa penyebab banjir karena dulu-dulu nya tidak sampai separah itu dan ini hampir semua wilayah di Kecamatan wilayah utara Kabupaten Kotim dilanda banjir seperti Kecamatan Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai dan Tualan Hulu.

Baca Juga :  Pembangunan di Daerah Pelosok Jadi Perhatian dan Prioritas

“Kalau banjir memang sudah setiap tahun terjadi, tetapi kita heran yang dulunya banjir yang melanda tidak tinggi, sekarang justru airnya sangat tinggi dan banyak rumah warga¬† yang terendam, maka dari itu masyarakat didaerah yang datarannya rendah untuk lebih waspada terhadap datangnya banjir secara tiba-tiba,” ujar Juliansyah.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan sejauh ini upaya pemerintah daerah Kabupaten Kotim cukup tanggap dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir, tetapi sangat di sayangkan sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian penyebab banjir dan langkah-langkah antisifasinya pun belum pernah dilakukan.

“Maka dari itu perlu adanya kajian terhadap lingkungan apakah penyebab banjir itu karena kurang penyerapan air diakibatkan hutan- hutan di wilayah itu sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi perkebunan kelapa sawit atau hal lainnya, tetapi harus kita akui hutan di daerah kita khususnya wilayah utara sudah sangat kritis,” jelasnya.(bah)

Baca Juga :  Optimalkan dan Gencarkan Vaksinasi Covid-19 untuk Anak-Anak

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah ST, mengatakan, musibah banjir yang terjadi di wilayah utara sangat berpengaruh terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, karena semua aktifitas masyarakat didaerah tersebut terkendala bahkan infrastuktur jalan pun menjadi rusak.

“Dampak banjir ini sangat banyak selain menggaggu aktivitas warga juga merusak infrastuktur jalan baik jalan kecamatan hingga jalan desa, dan juga akan berdampak buruk terhadap perekonomian masyarakat, karena segala kebutuhan pokok pun bisa menjadi naik ini juga akan menyusahkan mereka,” kata Jualiansyah, Senin (7/11).

Dirinya mengatakan pemeritah daerah harus benar-benar melakukan kajian langsung apa penyebab banjir karena dulu-dulu nya tidak sampai separah itu dan ini hampir semua wilayah di Kecamatan wilayah utara Kabupaten Kotim dilanda banjir seperti Kecamatan Mentaya Hulu, Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai dan Tualan Hulu.

Baca Juga :  Koperasi Jangan Membebani Anggota dengan Bunga Pinjaman Tinggi

“Kalau banjir memang sudah setiap tahun terjadi, tetapi kita heran yang dulunya banjir yang melanda tidak tinggi, sekarang justru airnya sangat tinggi dan banyak rumah warga¬† yang terendam, maka dari itu masyarakat didaerah yang datarannya rendah untuk lebih waspada terhadap datangnya banjir secara tiba-tiba,” ujar Juliansyah.

Politisi Partai Gerindra ini juga mengatakan sejauh ini upaya pemerintah daerah Kabupaten Kotim cukup tanggap dalam menyalurkan bantuan kepada korban banjir, tetapi sangat di sayangkan sampai saat ini belum pernah dilakukan kajian penyebab banjir dan langkah-langkah antisifasinya pun belum pernah dilakukan.

“Maka dari itu perlu adanya kajian terhadap lingkungan apakah penyebab banjir itu karena kurang penyerapan air diakibatkan hutan- hutan di wilayah itu sudah tidak ada lagi dan berubah menjadi perkebunan kelapa sawit atau hal lainnya, tetapi harus kita akui hutan di daerah kita khususnya wilayah utara sudah sangat kritis,” jelasnya.(bah)

Baca Juga :  Pembangunan di Daerah Pelosok Jadi Perhatian dan Prioritas

Most Read

Artikel Terbaru