32 C
Jakarta
Monday, June 24, 2024
spot_img

Prihatin Banjir Lagi, Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Seketaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Juliansyah ST, Mengatakan sangat prihatin atas musibah banjir yang terjadi diwilayah utara daerah ini,

Saat ini sudah ada empat kecamatan seperti Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai dan Mentaya Hulu, kembali terendam akibat hujan lebat dalam beberapa hari ini, sehingga mengakibatkan naiknya air sungai.

"Kami sangat prihatin musibah banjir kembali terjadi di wilayah utara di karenakan dalam beberapa hari ini hujan lebat terjadi di wilayah utara, kami dapat informasi sudah ada 4 Kecamatan yang kembali terendam air, tetapi kami masih belum mengetahui ketinggian air apakah sudah merendam rumah warga," kata Juliansyah, Rabu (6/10).

Dirinya mengatakan banjir yang jadi diwilayah utara dalam tahun ini sudah yang ke empat kali dan pada akhir bulan Agustus kemarin itu merupakan banjir yang terbesar sepanjang sejarah dan saat ini empat dari enam kecamatan wilayah utara terancam banjir lagi ada sejumlah desa atau kecamatan yang debet airnya mulai naik, akibat curahan hujan dengan sanitasi tinggi.

Baca Juga :  Perlu Perkuat Ketahanan Pangan di Kotim

"Kami berharap semua pihak bisa meningkatkan koordinasi mulai dari pemerintah, Kabupaten, Kecamatan dan desa bahkan juga PLN supaya menjaga jaringan listriknya jangan sampai terjadi konselting yang bisa membahayakan warga," ucap Juliansyah.

Politisi Partai Gerindra ini juga menghimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya air naik kembali akibat luapan sungai yang akan mengakibatkan terjadinya banjir.

"Kita berharap banjir yang terjadi saat ini tidak seperti sebelumnya yang sampai merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian satu meter lebih," harap Juliansyah.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim Rihel S.Sos mengatakan pihaknya mendapat informasi ada beberapa desa di wilayah utara sudah mulai terendam air, tetapi ketinggian air masih seluruh, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Publikasi Penggunaan Dana Desa untuk Menghindari Kecurigaan Masyarakat

"Kami juga meminta pemerintah Kecamatan dan Desa selalu waspada untuk mencegah munculnya korban jiwa kalau terjadi banjir, memang saat ini sungai di sejumlah desa mulai meluap dan sebagian telah merendam jalan desa. Untuk itu masyarakat diminta selalu waspada terhadap potensi banjir," kata Rihel.

Dirinya juga mengatakan laporan yang diterima saat ini kondisi air di Desa Tewei Hara dan Tumbang Sepayang Kecamatan Bukit Santuai mulai naik lagi, bahkan sebagian sudah merendam jalan desa. Begitu pula air di Desa Tanjung Jorong Kecamatan Tualan Hulu banjir mulai merendam jalan desa, sedangkan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang air juga mulai naik.

SAMPIT, PROKALTENG.CO- Seketaris Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Juliansyah ST, Mengatakan sangat prihatin atas musibah banjir yang terjadi diwilayah utara daerah ini,

Saat ini sudah ada empat kecamatan seperti Antang Kalang, Telaga Antang, Bukit Santuai dan Mentaya Hulu, kembali terendam akibat hujan lebat dalam beberapa hari ini, sehingga mengakibatkan naiknya air sungai.

"Kami sangat prihatin musibah banjir kembali terjadi di wilayah utara di karenakan dalam beberapa hari ini hujan lebat terjadi di wilayah utara, kami dapat informasi sudah ada 4 Kecamatan yang kembali terendam air, tetapi kami masih belum mengetahui ketinggian air apakah sudah merendam rumah warga," kata Juliansyah, Rabu (6/10).

Dirinya mengatakan banjir yang jadi diwilayah utara dalam tahun ini sudah yang ke empat kali dan pada akhir bulan Agustus kemarin itu merupakan banjir yang terbesar sepanjang sejarah dan saat ini empat dari enam kecamatan wilayah utara terancam banjir lagi ada sejumlah desa atau kecamatan yang debet airnya mulai naik, akibat curahan hujan dengan sanitasi tinggi.

Baca Juga :  Perlu Perkuat Ketahanan Pangan di Kotim

"Kami berharap semua pihak bisa meningkatkan koordinasi mulai dari pemerintah, Kabupaten, Kecamatan dan desa bahkan juga PLN supaya menjaga jaringan listriknya jangan sampai terjadi konselting yang bisa membahayakan warga," ucap Juliansyah.

Politisi Partai Gerindra ini juga menghimbau masyarakat untuk kembali meningkatkan kewaspadaan kemungkinan terjadinya air naik kembali akibat luapan sungai yang akan mengakibatkan terjadinya banjir.

"Kita berharap banjir yang terjadi saat ini tidak seperti sebelumnya yang sampai merendam ratusan rumah warga dengan ketinggian satu meter lebih," harap Juliansyah.

Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotim Rihel S.Sos mengatakan pihaknya mendapat informasi ada beberapa desa di wilayah utara sudah mulai terendam air, tetapi ketinggian air masih seluruh, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  Publikasi Penggunaan Dana Desa untuk Menghindari Kecurigaan Masyarakat

"Kami juga meminta pemerintah Kecamatan dan Desa selalu waspada untuk mencegah munculnya korban jiwa kalau terjadi banjir, memang saat ini sungai di sejumlah desa mulai meluap dan sebagian telah merendam jalan desa. Untuk itu masyarakat diminta selalu waspada terhadap potensi banjir," kata Rihel.

Dirinya juga mengatakan laporan yang diterima saat ini kondisi air di Desa Tewei Hara dan Tumbang Sepayang Kecamatan Bukit Santuai mulai naik lagi, bahkan sebagian sudah merendam jalan desa. Begitu pula air di Desa Tanjung Jorong Kecamatan Tualan Hulu banjir mulai merendam jalan desa, sedangkan di Desa Tumbang Kalang Kecamatan Antang Kalang air juga mulai naik.

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru