33.4 C
Jakarta
Friday, June 21, 2024
spot_img

Masyarakat Diimbau Tidak Buang Sampah ke Sungai Mentaya

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah, menghimbau masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Mentaya. Juga semua anak sungai yang ada di dalam Kota Sampit. Karena berdampak terhadap pencemaran air sungai.

“Mungkin saat ini kita belum merasa dampak dari pembuangan sampah sembarangan tersebut. Tapi nanti, anak cucu kita bakal sulit mencari air bersih. Pasalnya, Sungai Mentaya itu adalah salah satu sumber air PDAM yang diambil dan melalui proses. Hingga menjadi air bersih dan layak untuk dibuat mandi mencuci dan sebagainya,” kata Riskon, Selasa (6/6).

Dirinya juga mengatakan. Ada banyak jenis sampah yang sulit hancur. Seperti kantongan plastik, kaleng dari plastik, botol juga sejenisnya. Dan itu bisa mengakibat tersumbatnya aliran sungai. Dan akan bisa mencemari lingkungan. Maka diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Apalagi sebagian masyarakat di daerah masih memakai air sungai Mentaya.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Bagaikan Bom Waktu

“Kami berharap dari sekarang kesadaran besar masyarakat supaya mendidik anaknya menjaga lingkungan. Terutama air.  Sebab air ini adalah kebutuhan pokok dasar manusia untuk hidup. Maka perlu untuk dijaga  jangan sampai tercemar,” ucap Riskon.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan. Selain mencemari sungai. Sampah bisa mengganggu habitat mahluk hidup yang ada di sungai. Seperti contoh ikan, buaya dan sebagainya. Akan terganggu bila nanti airnya rusak dan tercemar.

“Mari kita menjaga dan merawat sungai- sungai supaya di kemudian hari kita bisa memfaatkannya. Karena dari jaman ke jaman lingkungan ini pasti berubah bila tidak dirawat,” tutupnya(bah).

 

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah, menghimbau masyarakat tidak membuang sampah ke Sungai Mentaya. Juga semua anak sungai yang ada di dalam Kota Sampit. Karena berdampak terhadap pencemaran air sungai.

“Mungkin saat ini kita belum merasa dampak dari pembuangan sampah sembarangan tersebut. Tapi nanti, anak cucu kita bakal sulit mencari air bersih. Pasalnya, Sungai Mentaya itu adalah salah satu sumber air PDAM yang diambil dan melalui proses. Hingga menjadi air bersih dan layak untuk dibuat mandi mencuci dan sebagainya,” kata Riskon, Selasa (6/6).

Dirinya juga mengatakan. Ada banyak jenis sampah yang sulit hancur. Seperti kantongan plastik, kaleng dari plastik, botol juga sejenisnya. Dan itu bisa mengakibat tersumbatnya aliran sungai. Dan akan bisa mencemari lingkungan. Maka diharapkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai. Apalagi sebagian masyarakat di daerah masih memakai air sungai Mentaya.

Baca Juga :  Sengketa Lahan Bagaikan Bom Waktu

“Kami berharap dari sekarang kesadaran besar masyarakat supaya mendidik anaknya menjaga lingkungan. Terutama air.  Sebab air ini adalah kebutuhan pokok dasar manusia untuk hidup. Maka perlu untuk dijaga  jangan sampai tercemar,” ucap Riskon.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan. Selain mencemari sungai. Sampah bisa mengganggu habitat mahluk hidup yang ada di sungai. Seperti contoh ikan, buaya dan sebagainya. Akan terganggu bila nanti airnya rusak dan tercemar.

“Mari kita menjaga dan merawat sungai- sungai supaya di kemudian hari kita bisa memfaatkannya. Karena dari jaman ke jaman lingkungan ini pasti berubah bila tidak dirawat,” tutupnya(bah).

 

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru