30 C
Jakarta
Saturday, February 28, 2026

Ketua PP Muhammadiyah KH Saad Ibrahim Berikan Tausyiah di 2 Masjid Pada Pengajian Ramadan di Kapuas

PROKALTENG.CO– Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. KH. Saad Ibrahim MA. Memberikan tausyiah pada pengajian ramadan 1447 H di Kabupaten Kapuas. Kiyai Saad Ibrahim memberikan tausyiah di dua Masjid.

28_Ketua PP Muhammadiyah_Al Ihsan
Ketua PP Muhammadiyah Dr KH. Saad Ibrahim MA, saat memberikan Tausyisah pada pengajian ramadan di Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas. (FOTO : IST)

Yaitu Masjid Jami Mambulau  di Kecamatan Kapuas Hilir ba’da Salat Maghrib dan Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas ba’ada Salat Subuh, Sabtu (28/2/2026).

Dalam tausyiahnya. Kiyai Saad Ibrahim mengupas tentang fungsi Alquran. Dikatakakannya. Fungsi Alquran tidak hanya sebagai kalam Allah. Tetapi juga sebagai sumber petunjuk hidup yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental dan spritual.

Menurutnya. Alquran sebagai obat (syifa) menekankan. Bahwa Alquran adalah penyembuh hakiki yang utamanya berfungsi menenangkan dan memulihkan kesehatan jiwa manusia, yang kemudian berdampak pada kesehatan fisik.

Baca Juga :  HIMA Kobar Palangkaraya Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat

Dengan memperbaiki kesehatan jiwa melalui bacaan dan perenungan Alquran, kesehatan fisik akan mengikuti. Dalam konteks Ramadan. Bahwa Alquran diturunkan sebagai panduan,  ibadah puasa menjadi sarana menempa diri untuk lebih dekat dengan Alquran.

Selanjutnya disampaikan Kiyai Saad Ibrahim. Hidayah manusia dapat  dibagi menjadi dua. Yaitu ad dakhiliyah yang sudah melekat dari diri manusia. Sementara hidayah  yang kedua yaitu al  kharijiyah yang telah diciptakan sebelum menciptakan langit dan bumi.

“Sejak awal penciptaannya, roh manusia telah didesain untuk beradab terhadap petunjuk Allah dan menjawab dengan kesaksian iman. Oleh karena itu, ketika roh ditiupkan kedalam jasad manusia, sejatinya tidak ada manusia yang lahir tanpa potensi menerima kebenaran (Agama),” jelasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Yuk! Kunjungi Pasar Ramadan Datah Manuah, Pengunjung Bisa Foto Bareng Batman dan Ironman

Manusia ujar Kiyai Saad Ibrahim. Sejak awal telah diberikan hidayah dan dibekali fitrah. Fitrah itu adalah kecenderungan alami manusia untuk beragama dan bertuhan. “Sejatinya manusia telah diberi pentunjuk oleh Allah SWT, diberi hidayah sebelum memiliki tubuh,” pungkas Kiyai Saad Ibrahim.(ind)

 

PROKALTENG.CO– Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. KH. Saad Ibrahim MA. Memberikan tausyiah pada pengajian ramadan 1447 H di Kabupaten Kapuas. Kiyai Saad Ibrahim memberikan tausyiah di dua Masjid.

28_Ketua PP Muhammadiyah_Al Ihsan
Ketua PP Muhammadiyah Dr KH. Saad Ibrahim MA, saat memberikan Tausyisah pada pengajian ramadan di Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas. (FOTO : IST)

Yaitu Masjid Jami Mambulau  di Kecamatan Kapuas Hilir ba’da Salat Maghrib dan Masjid Muhammadiyah Al-Ihsan Kapuas ba’ada Salat Subuh, Sabtu (28/2/2026).

Dalam tausyiahnya. Kiyai Saad Ibrahim mengupas tentang fungsi Alquran. Dikatakakannya. Fungsi Alquran tidak hanya sebagai kalam Allah. Tetapi juga sebagai sumber petunjuk hidup yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan mental dan spritual.

Electronic money exchangers listing

Menurutnya. Alquran sebagai obat (syifa) menekankan. Bahwa Alquran adalah penyembuh hakiki yang utamanya berfungsi menenangkan dan memulihkan kesehatan jiwa manusia, yang kemudian berdampak pada kesehatan fisik.

Baca Juga :  HIMA Kobar Palangkaraya Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat

Dengan memperbaiki kesehatan jiwa melalui bacaan dan perenungan Alquran, kesehatan fisik akan mengikuti. Dalam konteks Ramadan. Bahwa Alquran diturunkan sebagai panduan,  ibadah puasa menjadi sarana menempa diri untuk lebih dekat dengan Alquran.

Selanjutnya disampaikan Kiyai Saad Ibrahim. Hidayah manusia dapat  dibagi menjadi dua. Yaitu ad dakhiliyah yang sudah melekat dari diri manusia. Sementara hidayah  yang kedua yaitu al  kharijiyah yang telah diciptakan sebelum menciptakan langit dan bumi.

“Sejak awal penciptaannya, roh manusia telah didesain untuk beradab terhadap petunjuk Allah dan menjawab dengan kesaksian iman. Oleh karena itu, ketika roh ditiupkan kedalam jasad manusia, sejatinya tidak ada manusia yang lahir tanpa potensi menerima kebenaran (Agama),” jelasnya.

Baca Juga :  Yuk! Kunjungi Pasar Ramadan Datah Manuah, Pengunjung Bisa Foto Bareng Batman dan Ironman

Manusia ujar Kiyai Saad Ibrahim. Sejak awal telah diberikan hidayah dan dibekali fitrah. Fitrah itu adalah kecenderungan alami manusia untuk beragama dan bertuhan. “Sejatinya manusia telah diberi pentunjuk oleh Allah SWT, diberi hidayah sebelum memiliki tubuh,” pungkas Kiyai Saad Ibrahim.(ind)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/