PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hari pertama Pasar Ramadan di kawasan Pasar Mini Datah Manuah, Kamis (19/2/2026), membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Sejumlah pedagang mengaku terkejut dengan ramainya pengunjung yang datang sejak sore hari.
Salah satu pelaku usaha, Rizky dari Up Coffee, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi di hari pembukaan.
“Lumayan kaget juga, ramai terus dari sore. Suasananya beda dari biasanya, apalagi tadi ada kostum-kostum karakter yang keliling, jadi makin menarik,” ujarnya.
Menurut Rizky. Kehadiran hiburan seperti cosplayer dan badut karakter membuat suasana pasar terasa lebih hidup dan mendorong pengunjung untuk berlama-lama di area lapak. Ia berharap, kondisi ramai tersebut dapat terus terjaga hingga akhir Ramadan.
Selain meningkatkan penjualan, momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenal pelanggan baru maupun sesama pedagang.
“Harapannya tetap seramai ini terus. Jadi bisa kenal orang baru, kenal stand-stand sekitar juga. Hari pertama sejauh ini masih aman dan terkontrol, pasarnya nyaman,” tambahnya.
Rizky mengaku, peningkatan jumlah pengunjung berdampak langsung pada penjualan. Banyak wajah-wajah baru yang datang dan mencoba produk yang ditawarkan.
Senada dengan itu, sejumlah pedagang lain juga merasakan kenaikan omzet di hari pertama. Mereka optimistis Pasar Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan UMKM lokal, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial masyarakat selama bulan suci. (jef)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Hari pertama Pasar Ramadan di kawasan Pasar Mini Datah Manuah, Kamis (19/2/2026), membawa berkah tersendiri bagi pelaku UMKM. Sejumlah pedagang mengaku terkejut dengan ramainya pengunjung yang datang sejak sore hari.
Salah satu pelaku usaha, Rizky dari Up Coffee, mengaku tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi di hari pembukaan.
“Lumayan kaget juga, ramai terus dari sore. Suasananya beda dari biasanya, apalagi tadi ada kostum-kostum karakter yang keliling, jadi makin menarik,” ujarnya.
Menurut Rizky. Kehadiran hiburan seperti cosplayer dan badut karakter membuat suasana pasar terasa lebih hidup dan mendorong pengunjung untuk berlama-lama di area lapak. Ia berharap, kondisi ramai tersebut dapat terus terjaga hingga akhir Ramadan.
Selain meningkatkan penjualan, momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenal pelanggan baru maupun sesama pedagang.
“Harapannya tetap seramai ini terus. Jadi bisa kenal orang baru, kenal stand-stand sekitar juga. Hari pertama sejauh ini masih aman dan terkontrol, pasarnya nyaman,” tambahnya.
Rizky mengaku, peningkatan jumlah pengunjung berdampak langsung pada penjualan. Banyak wajah-wajah baru yang datang dan mencoba produk yang ditawarkan.
Senada dengan itu, sejumlah pedagang lain juga merasakan kenaikan omzet di hari pertama. Mereka optimistis Pasar Ramadan tahun ini menjadi momentum kebangkitan UMKM lokal, sekaligus menjadi ruang interaksi sosial masyarakat selama bulan suci. (jef)