PROKALTENG.CO – Menjalankan puasa Ramadhan memerlukan kedisiplinan dan pengendalian diri yang kuat. Pasalnya, seorang Muslim diwajibkan menahan diri dari makan dan minum mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
Bukan hanya soal menahan lapar dan haus semata, puasa Ramadhan juga mengajarkan seorang Muslim untuk mengendalikan emosi, mengasah kesabaran, hingga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Perlu diingat pula bahwa ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa. Penting bagi umat Muslim untuk mengetahui dan menghindari hal-hal tersebut agar puasa mereka tetap sah.
Dalam kitab Fathul Qarib karangan Muhammad bin Qasim Al-Ghazi, beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain:
- Masuknya sesuatu melalui lubang badan
- Menyuntikkan obat ke badan melalui alat kelamin atau dubur
- Muntah dengan sengaja
- Berhubungan intim dengan sengaja
- Keluarnya sperma sebab bersentuhan kulit dengan tanpa melakukan hubungan badan
- Haid
- Nifas
- Gila
- Murtad
Lalu, apakah keramas dapat membatalkan puasa?
Seperti dikutip dari video Youtube Al-Bahjah TV (16/3), Buya Yahya menjelaskan jika keramas saat puasa boleh dilakukan selama tidak ada air yang masuk ke dalam tubuh. Apabila ada keraguan akan masuknya air ke tubuh saat keramas, maka seharusnya dihindari. Sebab hal ini akan membatalkan puasa.
Berbeda lagi, jika keramasnya disebabkan oleh perkara wajib. “Misalnya habis salat Dhuha anda tertidur. Waktu tertidur, anda mimpi basah. Karena mimpi basah, anda wajib mandi besar. Maka mandi besar anda harus mengguyur kepala dengan air. Jika kemasukan air, maka tidak batal,” jelas pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu.
Maka dari itu, perlu kewaspadaan saat keramas agar air tidak sampai masuk ke dalam tubuh sehingga tidak membatalkan puasa.
Buya Yahya juga menyampaikan bahwa membersihkan badan secara menyeluruh, termasuk kegiatan seperti menggosok gigi dan keramas, sebaikanya dilakukan sebelum subuh.
Dengan demikian, umat Muslim dapat menghindari risiko air masuk ke dalam tubuh. Ini merupakan langkah bijak untuk memastikan puasa tetap sah dan terjaga dari hal-hal yang dapat membatalkannya.
Menjaga kebersihan tubuh tetap menjadi prioritas, sambil tetap mematuhi tata cara dan niat ibadah puasa.
Dengan menjaga kebersihan tubuh, umat Muslim tidak hanya merawat aspek fisiknya, tetapi juga memperkuat kesucian spiritualnya selama bulan Ramadhan.
Meski penuh tantangan, bulan Ramadhan tetap menjadi waktu emas bagi umat Muslim untuk mendapatkan pahala yang besar dan membersihkan jiwa mereka dari dosa. (pri/jawapos.com)