PROKALTENG.CO– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, akan menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 hijriah di Kompleks Stadion Olah Raga Panunjung Tarung Kuala Kapuas, pada hari Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.30 WIB.
“Insyaallah bertindak sebagai Imam dan khatib Ustaz Arief Maulana Lc dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” kata Wakil Ketua PCM Selat H.Sapto Subagio, Minggu (15/3/2026).
Dikatakan Sapto. Salat idul fitri momen kebahagiaan dan syukur umat muslim setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Dalam semangat menjaga tradisi yang didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW, Salat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan, bukan di dalam Masjid. Kecuali jika cuaca buruk menghalangi pelaksanaannya. Penetapan ini sesuai dengan praktek Rasulullah SAW yang senantiasa melaksanakan Salat Idul Fitri di lapangan.
“Dengan mempertahankan tradisi Salat Ied di lapangan. Umat muslim mengikuti jejak Nabi SAW dalam merayakan momen penting dalam agama Islam dengan semangat kesatuan dan kebersamaan . Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan sunnah dan tuntunan yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya,” ungkap Sapto.
Dikatakan Sapto. Manfaat melaksanakan Salat di lapangan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat tali persaudaraan, sarana silaturahmi yang efektif. Bentuk syiar Islam yang menampakan kekuatan dan keagungan Islam kepada khalayak.
“Kepada kaum muslimin dan muslimat dalam Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya, mari bersama-sama mengajak keluarga dan tetangganya untuk menghadiri dan mengikuti Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H,” ajak Sapto.(ind)
PROKALTENG.CO– Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selat, akan menggelar Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 hijriah di Kompleks Stadion Olah Raga Panunjung Tarung Kuala Kapuas, pada hari Jumat 20 Maret 2026 pukul 06.30 WIB.
“Insyaallah bertindak sebagai Imam dan khatib Ustaz Arief Maulana Lc dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” kata Wakil Ketua PCM Selat H.Sapto Subagio, Minggu (15/3/2026).
Dikatakan Sapto. Salat idul fitri momen kebahagiaan dan syukur umat muslim setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
Dalam semangat menjaga tradisi yang didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad SAW, Salat Idul Fitri dilaksanakan di lapangan, bukan di dalam Masjid. Kecuali jika cuaca buruk menghalangi pelaksanaannya. Penetapan ini sesuai dengan praktek Rasulullah SAW yang senantiasa melaksanakan Salat Idul Fitri di lapangan.
“Dengan mempertahankan tradisi Salat Ied di lapangan. Umat muslim mengikuti jejak Nabi SAW dalam merayakan momen penting dalam agama Islam dengan semangat kesatuan dan kebersamaan . Hal ini juga menjadi bentuk penghormatan sunnah dan tuntunan yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya,” ungkap Sapto.
Dikatakan Sapto. Manfaat melaksanakan Salat di lapangan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat tali persaudaraan, sarana silaturahmi yang efektif. Bentuk syiar Islam yang menampakan kekuatan dan keagungan Islam kepada khalayak.
“Kepada kaum muslimin dan muslimat dalam Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya, mari bersama-sama mengajak keluarga dan tetangganya untuk menghadiri dan mengikuti Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H,” ajak Sapto.(ind)