26 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Keutamaan Tarawih Malam ke-22 Ramadan: Selamat dari Kesusahan di Hari Kiamat

MALAM-malam terakhir Ramadan sering dipandang sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari rida Allah SWT.

Salah satu ibadah yang terus dijaga selama Ramadan adalah salat tarawih. Ibadah sunnah ini dilakukan setiap malam setelah salat Isya dan telah menjadi tradisi yang kuat di berbagai komunitas Muslim.

Dalam sejumlah literatur keislaman dijelaskan bahwa pelaksanaan tarawih pada setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tertentu. Penjelasan mengenai fadhilah tersebut salah satunya terdapat dalam kitab Durrotun Nasihin.

Kitab tersebut menyebut bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-22 Ramadan akan memperoleh ketenangan dan keselamatan ketika menghadapi hari kiamat.

Baca Juga :  Tips Agar Rumah Tetap Aman Selama Ditinggal Mudik Lebaran

Keterangan itu tercantum dalam kutipan berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ

Artinya: “Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.”

Electronic money exchangers listing

Dalam ajaran Islam, hari kiamat digambarkan sebagai waktu yang penuh dengan ketakutan dan kegelisahan bagi banyak manusia. Karena itu, janji keselamatan dari kesusahan dan kecemasan dipahami sebagai bentuk balasan bagi hamba yang tekun menjalankan ibadah.

Keutamaan tersebut juga sering dimaknai sebagai dorongan spiritual agar umat Islam tetap menjaga konsistensi tarawih hingga akhir Ramadan. Semangat beribadah pada malam-malam terakhir menjadi bagian dari upaya memperbanyak amal sebelum bulan suci berakhir.

Baca Juga :  Tekan Harga Bapok Jelang Ramadan, Pasar Murah dan Penyeimbang jadi Solusi Pemerintah

Selain salat tarawih, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan lain seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bersedekah. Berbagai ibadah tersebut diharapkan dapat menjadi bekal kebaikan bagi kehidupan di akhirat. (fid/fir/jpg)

 

MALAM-malam terakhir Ramadan sering dipandang sebagai kesempatan penting untuk meningkatkan kualitas ibadah. Pada masa ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan sebagai bentuk kesungguhan dalam mencari rida Allah SWT.

Salah satu ibadah yang terus dijaga selama Ramadan adalah salat tarawih. Ibadah sunnah ini dilakukan setiap malam setelah salat Isya dan telah menjadi tradisi yang kuat di berbagai komunitas Muslim.

Dalam sejumlah literatur keislaman dijelaskan bahwa pelaksanaan tarawih pada setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tertentu. Penjelasan mengenai fadhilah tersebut salah satunya terdapat dalam kitab Durrotun Nasihin.

Electronic money exchangers listing

Kitab tersebut menyebut bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-22 Ramadan akan memperoleh ketenangan dan keselamatan ketika menghadapi hari kiamat.

Baca Juga :  Tips Agar Rumah Tetap Aman Selama Ditinggal Mudik Lebaran

Keterangan itu tercantum dalam kutipan berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّانِيَةِ وَالْعِشْرِيْنَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمِنًا مِنْ كُلِّ غَمٍّ وَهَمٍّ

Artinya: “Pada malam kedua puluh dua, jika hari kiamat tiba maka ia akan selamat dari segala macam kesusahan dan kebingungan.”

Dalam ajaran Islam, hari kiamat digambarkan sebagai waktu yang penuh dengan ketakutan dan kegelisahan bagi banyak manusia. Karena itu, janji keselamatan dari kesusahan dan kecemasan dipahami sebagai bentuk balasan bagi hamba yang tekun menjalankan ibadah.

Keutamaan tersebut juga sering dimaknai sebagai dorongan spiritual agar umat Islam tetap menjaga konsistensi tarawih hingga akhir Ramadan. Semangat beribadah pada malam-malam terakhir menjadi bagian dari upaya memperbanyak amal sebelum bulan suci berakhir.

Baca Juga :  Tekan Harga Bapok Jelang Ramadan, Pasar Murah dan Penyeimbang jadi Solusi Pemerintah

Selain salat tarawih, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan lain seperti membaca Al-Qur’an, berdoa, dan bersedekah. Berbagai ibadah tersebut diharapkan dapat menjadi bekal kebaikan bagi kehidupan di akhirat. (fid/fir/jpg)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru

/