Dominasi Pasien ISPA dari Kelompok Rentan, Puskesmas Menteng Terapkan Penanganan Sistem Klaster

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kelompok anak-anak dan balita mendominasi temuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Menteng, Palangka Raya.  Guna memaksimalkan pelayanan kesehatan, pihak puskesmas menerapkan sistem pemilahan penanganan medis berbasis klaster.

Plt. Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto mengungkapkan bahwa dari total penderita ISPA yang berobat, separuhnya merupakan pasien dari kategori usia anak-anak.

“Kalau kategori usia, memang banyak masih remaja dan anak-anak, termasuk balita. Persentasenya dari jumlah itu sekitar 50 persen adalah anak-anak,” ujar Didik saat diwawancara awak media, Kamis (8/10/2026).

Menurut Didik, kelompok anak-anak dan balita menjadi sangat rentan terserang ISPA karena daya tahan tubuh yang belum terbentuk sempurna, ditambah potensi tertular dari anggota keluarga di rumah.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Kalteng Bagikan 60 Takjil Gratis Kepada Masyarakat

“Anak-anak ini kan termasuk kelompok rentan, jadi kami memang fokus ke kelompok-kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang mempunyai penyakit bawaan seperti jantung serta saluran pernapasan. Gejala awal yang paling sering datang itu batuk pilek disertai demam,” jelasnya.

Guna memastikan penanganan berjalan efektif dan spesifik, Puskesmas Menteng menerapkan kebijakan pemilahan pelayanan pasien ke dalam beberapa klaster.

“Untuk penanganannya ada pemilahan, yaitu Klaster 2 dan Klaster 3. Klaster 2 khusus untuk melayani kesehatan ibu dan anak sampai usia 18 tahun, sedangkan pasien dewasa dan lansia ditangani di Klaster 3,” tutur Didik.

Electronic money exchangers listing

Ia menambahkan, penanganan pada Klaster 2 mengacu pada panduan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang dilakukan oleh perawat serta dokter.  Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan tingkatan lanjut, pihak puskesmas akan segera mengambil langkah medis lanjutan.

Baca Juga :  Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas Hadiri Pengajian Akbar Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Alabio

“Kalau seumpamanya dari hasil pemeriksaan perawat dan dokter ditemukan hal-hal yang mengarah kurang baik, atau perlu pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, rontgen, hingga dokter spesialis, kami akan langsung lakukan rujukan,” tegasnya. (her)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Kelompok anak-anak dan balita mendominasi temuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Puskesmas Menteng, Palangka Raya.  Guna memaksimalkan pelayanan kesehatan, pihak puskesmas menerapkan sistem pemilahan penanganan medis berbasis klaster.

Plt. Kepala Puskesmas Menteng, Didik Purwanto mengungkapkan bahwa dari total penderita ISPA yang berobat, separuhnya merupakan pasien dari kategori usia anak-anak.

“Kalau kategori usia, memang banyak masih remaja dan anak-anak, termasuk balita. Persentasenya dari jumlah itu sekitar 50 persen adalah anak-anak,” ujar Didik saat diwawancara awak media, Kamis (8/10/2026).

Electronic money exchangers listing

Menurut Didik, kelompok anak-anak dan balita menjadi sangat rentan terserang ISPA karena daya tahan tubuh yang belum terbentuk sempurna, ditambah potensi tertular dari anggota keluarga di rumah.

Baca Juga :  Bidpropam Polda Kalteng Bagikan 60 Takjil Gratis Kepada Masyarakat

“Anak-anak ini kan termasuk kelompok rentan, jadi kami memang fokus ke kelompok-kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan warga yang mempunyai penyakit bawaan seperti jantung serta saluran pernapasan. Gejala awal yang paling sering datang itu batuk pilek disertai demam,” jelasnya.

Guna memastikan penanganan berjalan efektif dan spesifik, Puskesmas Menteng menerapkan kebijakan pemilahan pelayanan pasien ke dalam beberapa klaster.

“Untuk penanganannya ada pemilahan, yaitu Klaster 2 dan Klaster 3. Klaster 2 khusus untuk melayani kesehatan ibu dan anak sampai usia 18 tahun, sedangkan pasien dewasa dan lansia ditangani di Klaster 3,” tutur Didik.

Ia menambahkan, penanganan pada Klaster 2 mengacu pada panduan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) yang dilakukan oleh perawat serta dokter.  Apabila kondisi pasien membutuhkan penanganan tingkatan lanjut, pihak puskesmas akan segera mengambil langkah medis lanjutan.

Baca Juga :  Muhammadiyah dan Aisyiyah Kapuas Hadiri Pengajian Akbar Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Alabio

“Kalau seumpamanya dari hasil pemeriksaan perawat dan dokter ditemukan hal-hal yang mengarah kurang baik, atau perlu pemeriksaan laboratorium lebih lanjut, rontgen, hingga dokter spesialis, kami akan langsung lakukan rujukan,” tegasnya. (her)

Terpopuler

Artikel Terbaru