PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengawal penyaluran bantuan sosial guna memastikan perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sei Gohong, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Selasa (15/9/2026).
Langkah ini diambil untuk menjamin kebutuhan dasar warga, mulai dari bantuan pangan hingga akses perlindungan sosial, dapat terpenuhi secara tepat sasaran.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 179 warga menerima Kartu Huma Betang Sejahtera. Selain itu, pemerintah menyiapkan 200 paket sembako bagi masyarakat terdampak karhutla yang berada di luar penerima kartu.
Kepala Dinsos Kalteng Akhmad Husain mengatakan, penyaluran bantuan harus melihat kondisi riil masyarakat di lapangan.
Menurutnya, data penerima menjadi dasar penting, namun pemerintah tetap membutuhkan informasi dari masyarakat apabila terdapat warga yang membutuhkan bantuan tetapi belum terdata.
“Data menjadi dasar dalam penyaluran bantuan, tetapi kondisi masyarakat di lapangan juga harus kita lihat. Kalau ada warga yang membutuhkan dan belum terjangkau, silakan disampaikan kepada pemerintah untuk kita tindak lanjuti sesuai ketentuan,” kata Husain.
Menurut Husain, kondisi karhutla membuat kebutuhan masyarakat menjadi lebih beragam. Tidak hanya bantuan pangan, warga juga membutuhkan dukungan kesehatan dan perlindungan sosial, terutama kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak asap.
Karena itu, Dinsos Kalteng terus berkoordinasi dengan perangkat daerah dan unsur terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan dan tidak tumpang tindih.
“Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Jangan sampai bantuan hanya selesai pada saat diserahkan, tetapi setelah itu tidak ada pemantauan,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dalam kunjungannya ke Sei Gohong turut membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat. Ia juga meminta warga yang belum memperoleh bantuan untuk menyampaikan informasi kepada pemerintah.
“Yang penting kita saling mendoakan. Kalau ada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, sampaikan kepada kami. Kita akan lihat dan tindak lanjuti,” ucap Agustiar.


