NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi warga yang menggantungkan mata pencaharian di sepanjang aliran Sungai Lamandau, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Menurunnya debit air sungai kerap dimanfaatkan warga setempat untuk meluangkan waktu berburu rezeki dengan cara menjala maupun menjaring ikan.
Kondisi surutnya air sungai membuat hasil tangkapan para nelayan lokal meningkat, terutama untuk jenis-jenis ikan sungai yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Salah seorang warga RT 7, Saman, mengungkapkan rasa syukurnya atas limpahan hasil tangkapan ikan selama musim kemarau tahun ini. Menurutnya, kondisi air sungai saat kemarau justru mempermudah warga dalam mendapatkan ikan-ikan berukuran besar.
“Alhamdulillah, musim kemarau ini muncul ikan-ikan besar seperti ikan lais. Kalau dijual harganya bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram, dan untuk ikan somah harganya sekitar Rp150 ribu per kilogram,” ungkap Saman saat berbincang dengan wartawan di Nanga Bulik, Selasa malam (15/9).
Tingginya harga jual jenis ikan sungai seperti lais dan somah membuat penghasilan para pencari ikan meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
“Selama musim kemarau ini, biasanya sehari dapat kisaran 4 sampai 5 kg,” tuturnya.
Momen kemarau ini pun dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dataran Sungai Lamandau untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga mereka. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Musim kemarau menjadi berkah tersendiri bagi warga yang menggantungkan mata pencaharian di sepanjang aliran Sungai Lamandau, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau. Menurunnya debit air sungai kerap dimanfaatkan warga setempat untuk meluangkan waktu berburu rezeki dengan cara menjala maupun menjaring ikan.
Kondisi surutnya air sungai membuat hasil tangkapan para nelayan lokal meningkat, terutama untuk jenis-jenis ikan sungai yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran.
Salah seorang warga RT 7, Saman, mengungkapkan rasa syukurnya atas limpahan hasil tangkapan ikan selama musim kemarau tahun ini. Menurutnya, kondisi air sungai saat kemarau justru mempermudah warga dalam mendapatkan ikan-ikan berukuran besar.
“Alhamdulillah, musim kemarau ini muncul ikan-ikan besar seperti ikan lais. Kalau dijual harganya bisa mencapai Rp100 ribu per kilogram, dan untuk ikan somah harganya sekitar Rp150 ribu per kilogram,” ungkap Saman saat berbincang dengan wartawan di Nanga Bulik, Selasa malam (15/9).
Tingginya harga jual jenis ikan sungai seperti lais dan somah membuat penghasilan para pencari ikan meningkat drastis dibanding hari-hari biasa.
“Selama musim kemarau ini, biasanya sehari dapat kisaran 4 sampai 5 kg,” tuturnya.
Momen kemarau ini pun dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dataran Sungai Lamandau untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga mereka. (bib)