Ahmad Rizani Dikenang sebagai Relawan Peduli, Tetap Bertugas Meski Sesak Napas

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Almarhum Ahmad Rizani, seorang relawan pemadam kebakaran sekaligus Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, dikenang keluarga sebagai sosok yang peduli terhadap kegiatan kemasyarakatan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran. Ia telah lama terlibat dalam kegiatan pemadaman dan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami sesak napas saat menjalankan tugas, Kamis (27/8/2026).

Istri almarhum, Wahidah, mengatakan suaminya yang berusia 53 tahun telah menjadi relawan selama bertahun-tahun. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial dan pemadaman bahkan telah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Ketua RT.

Wahidah mengatakan kondisi kesehatan Ahmad mulai menurun setelah dirinya mengeluhkan sesak napas pada Sabtu siang, 22 Agustus 2026. Meski kondisi tubuhnya kurang sehat, Ahmad tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai ketua tim dan ikut dalam kegiatan pemadaman.

“Karena beliau kan ketua tim, jadi mungkin karena tanggung jawab beliau. Walaupun kondisi beliau kurang sehat, beliau tetap memaksakan untuk hadir,” ujar Wahidah kepada wartawan.

Baca Juga :  Penyegelan PT BAP oleh Ormas Grib Jaya Naik ke Tahap Penyidikan

Menurut Wahidah, keluhan sesak napas tersebut disampaikan Ahmad pada Sabtu siang. Setelah itu, Ahmad dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan di rumah sakit. Pada malam pertama, Ahmad masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun, kondisi tersebut kemudian semakin menurun hingga pada hari berikutnya sudah tidak dapat berbicara.

Wahidah menyampaikan berdasarkan keterangan dokter, Ahmad mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala. Kondisinya disebut cukup serius sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.

Semasa hidupnya, Ahmad dikenal keluarga sebagai sosok yang baik, peduli, dan memiliki perhatian besar terhadap kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Dedikasinya sebagai relawan pemadam juga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ruang Farmasi RSUD Pulang Pisau Terbakar, Direktur Pastikan Stok Obat Pasien Tetap Aman

Ipar almarhum, Yuyun mengatakan Ahmad memang dikenal memiliki kepedulian terhadap kegiatan kemasyarakatan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran.

“Kalau menurut kami, beliau perhatian untuk kegiatan yang seperti ini,” kata Yuyun.

Ahmad Rizani meninggalkan empat orang anak, terdiri dari dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Atas perhatian dan penanganan selama masa perawatan, pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, pemerintah kota, serta pihak rumah sakit.

Wahidah mengatakan seluruh bantuan dan penanganan yang diberikan kepada almarhum sudah maksimal. Bahkan, biaya perawatan ditanggung pemerintah.

“Kalau kami dari keluarga lebih banyak berterima kasih karena biaya-biaya juga sudah ditanggung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Kepergian Ahmad menjadi duka bagi keluarga dan meninggalkan kesan atas pengabdiannya sebagai relawan selama bertahun-tahun membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran. (mg3/jef)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Almarhum Ahmad Rizani, seorang relawan pemadam kebakaran sekaligus Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka, dikenang keluarga sebagai sosok yang peduli terhadap kegiatan kemasyarakatan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran. Ia telah lama terlibat dalam kegiatan pemadaman dan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami sesak napas saat menjalankan tugas, Kamis (27/8/2026).

Istri almarhum, Wahidah, mengatakan suaminya yang berusia 53 tahun telah menjadi relawan selama bertahun-tahun. Keterlibatannya dalam kegiatan sosial dan pemadaman bahkan telah dimulai sejak dirinya menjabat sebagai Ketua RT.

Wahidah mengatakan kondisi kesehatan Ahmad mulai menurun setelah dirinya mengeluhkan sesak napas pada Sabtu siang, 22 Agustus 2026. Meski kondisi tubuhnya kurang sehat, Ahmad tetap berusaha menjalankan tanggung jawabnya sebagai ketua tim dan ikut dalam kegiatan pemadaman.

Electronic money exchangers listing

“Karena beliau kan ketua tim, jadi mungkin karena tanggung jawab beliau. Walaupun kondisi beliau kurang sehat, beliau tetap memaksakan untuk hadir,” ujar Wahidah kepada wartawan.

Baca Juga :  Penyegelan PT BAP oleh Ormas Grib Jaya Naik ke Tahap Penyidikan

Menurut Wahidah, keluhan sesak napas tersebut disampaikan Ahmad pada Sabtu siang. Setelah itu, Ahmad dibawa untuk mendapatkan penanganan medis dan menjalani perawatan di rumah sakit. Pada malam pertama, Ahmad masih sempat berkomunikasi dengan keluarga. Namun, kondisi tersebut kemudian semakin menurun hingga pada hari berikutnya sudah tidak dapat berbicara.

Wahidah menyampaikan berdasarkan keterangan dokter, Ahmad mengalami pecah pembuluh darah di bagian kepala. Kondisinya disebut cukup serius sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan tindakan operasi.

Semasa hidupnya, Ahmad dikenal keluarga sebagai sosok yang baik, peduli, dan memiliki perhatian besar terhadap kegiatan sosial di lingkungan masyarakat. Dedikasinya sebagai relawan pemadam juga telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Baca Juga :  Ruang Farmasi RSUD Pulang Pisau Terbakar, Direktur Pastikan Stok Obat Pasien Tetap Aman

Ipar almarhum, Yuyun mengatakan Ahmad memang dikenal memiliki kepedulian terhadap kegiatan kemasyarakatan, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan penanganan kebakaran.

“Kalau menurut kami, beliau perhatian untuk kegiatan yang seperti ini,” kata Yuyun.

Ahmad Rizani meninggalkan empat orang anak, terdiri dari dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Atas perhatian dan penanganan selama masa perawatan, pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, pemerintah kota, serta pihak rumah sakit.

Wahidah mengatakan seluruh bantuan dan penanganan yang diberikan kepada almarhum sudah maksimal. Bahkan, biaya perawatan ditanggung pemerintah.

“Kalau kami dari keluarga lebih banyak berterima kasih karena biaya-biaya juga sudah ditanggung oleh pemerintah,” ungkapnya.

Kepergian Ahmad menjadi duka bagi keluarga dan meninggalkan kesan atas pengabdiannya sebagai relawan selama bertahun-tahun membantu masyarakat dalam penanganan kebakaran. (mg3/jef)

Terpopuler

Artikel Terbaru