PROKALTENG.CO– Saun SPd. Satu-satunya Pendekar Madya Tapak Suci Putera Muhammadiyah dari Kabupaten Kapuas. Akan mengikuti sebagai peserta Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, yang akan diselenggarakan tanggal 6 – 9 Agustus 2026 di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNISMUS).
”Agenda besar ini mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia “, terang Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kapuas, H.Sapto Subagio, Senin (3/8/2026).
Dia jelaskan. Muhammadiyah tidak hanya membangun sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan masjid, juga membangun tradisi literasi, jurnalistik, dan publikasi. Semangat itu ujar Sapto, mesti diwarisi oleh Tapak Suci.
Sebagai media dakwah kultural Muhammadiyah kata Sapto. Setiap aktivitas Tapak Suci sesungguhnya memiliki syiar. Setiap kejuaraan, setiap pelatihan kader, setiap pengabdian sosial, setiap prestasi atlet, bahkan setiap latihan rutin memiliki cerita yang layak dipublikasikan.
Muktamar XVI Tapak Suci sebagai titik balik sadar media. Forum tertinggi organisasi ini perlu melahirkan kesadaran baru bahwa komunikasi dan publikasi bukan lagi pekerjaan sampingan, melainkan bagian strategis dari perjuangan organisasi.
“Di era digital, organisasi yang tidak mampu mengelola informasi akan tertinggal. Sebaliknya, organisasi yang mampu mengemas dan menyebarluaskan narasi perjuangan akan memperoleh dukungan publik yang lebih luas,” ungkap Sapto.
Di zaman sekarang, perjuangan tidak hanya dilakukan digelanggang. Perjuangan juga dilakukan di ruang redaksi, di media sosial, di portal berita dan di berbagai saluran komunikasi yang mebentuk opini publik.
Dikatakan Sapto. Dakwah Tapak Suci benar-benar menyadarkan, bahwa kemampuan berpikir dan karya-karya gemilang akan memiliki nilai yang tinggi, apabila diiringi dengan kekuatan spritual yang mengenalkan manusia kepada kebesaran dan kesempurnaan Sang Khalik.
Dari sinilah hidayah Allah membuka melalui ajaran Islam yang mencerahkan. Tapak Suci Putera Muhammadiyah menjadi bukti autentik keterkaitannya dengan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam amar ma’ruf nahi munkar (mengajak pada kebajikan dan mencegah keburukan),” pungkas Sapto.(ind)


