PROKALTENG.CO – Garasi tim pabrikan Ducati sempat diprediksi akan menjadi panggung konflik panas ketika Marc Marquez bergabung. Banyak pihak khawatir bahwa hubungan Bagnaia dan Marquez akan retak, mengingat status Francesco ‘Pecco’ Bagnaia sebagai murid kesayangan Valentino Rossi musuh bebuyutan Marquez di lintasan balap. Namun, menjelang perpisahan mereka di akhir musim nanti, kenyataan di balik layar justru berbicara sebaliknya.
Kerja sama dua pebalap top ini dipastikan segera berakhir menyusul keputusan Bagnaia untuk pindah ke Aprilia setelah empat tahun membela Ducati. Posisi Pecco nantinya akan digantikan oleh pebalap muda Pedro Acosta, yang akan menjadi tandem baru Marquez mulai musim depan.
Meski dihantui sejarah rivalitas masa lalu antara guru dan rivalnya, hubungan Bagnaia dan Marquez terbukti tetap adem ayem. Dalam sebuah unggahan video pendek di akun Instagram resmi MotoGP, kedua pebalap ini saling melempar pujian dan menunjukkan rasa hormat yang tinggi satu sama lain.
Marquez memuji sifat terbuka yang dimiliki oleh rekan setimnya tersebut. Juara dunia MotoGP 2025 itu merasa komunikasi yang jujur menjadi kunci keharmonisan mereka di dalam tim.
“Menurutku, karakter terbaik Pecco itu dia sangat ramah dan selalu terus terang, dan itu adalah salah satu dari banyak kebaikan dia. Hal yang paling penting adalah kami memiliki sebuah hubungan yang sangat baik sebagai rekan setim dan kami sangat terus terang, dan inilah yang paling penting,” ungkap Marc Marquez seperti dikutip dari akun Instagram resmi MotoGP.
Sikap Pecco Bagnaia Soal Rivalitas Masa Lalu
Menanggapi hal tersebut, Bagnaia tidak menampik bahwa statusnya sebagai jebolan akademi balap Valentino Rossi sempat memicu banyak spekulasi negatif dari publik. Banyak yang mengira ketegangan masa lalu akan terbawa ke dalam garasi Ducati. Kendati demikian, Pecco memilih untuk bersikap dewasa dan tidak mau ambil pusing dengan drama di luar lintasan.
PROKALTENG.CO – Garasi tim pabrikan Ducati sempat diprediksi akan menjadi panggung konflik panas ketika Marc Marquez bergabung. Banyak pihak khawatir bahwa hubungan Bagnaia dan Marquez akan retak, mengingat status Francesco ‘Pecco’ Bagnaia sebagai murid kesayangan Valentino Rossi musuh bebuyutan Marquez di lintasan balap. Namun, menjelang perpisahan mereka di akhir musim nanti, kenyataan di balik layar justru berbicara sebaliknya.
Kerja sama dua pebalap top ini dipastikan segera berakhir menyusul keputusan Bagnaia untuk pindah ke Aprilia setelah empat tahun membela Ducati. Posisi Pecco nantinya akan digantikan oleh pebalap muda Pedro Acosta, yang akan menjadi tandem baru Marquez mulai musim depan.
Meski dihantui sejarah rivalitas masa lalu antara guru dan rivalnya, hubungan Bagnaia dan Marquez terbukti tetap adem ayem. Dalam sebuah unggahan video pendek di akun Instagram resmi MotoGP, kedua pebalap ini saling melempar pujian dan menunjukkan rasa hormat yang tinggi satu sama lain.
Marquez memuji sifat terbuka yang dimiliki oleh rekan setimnya tersebut. Juara dunia MotoGP 2025 itu merasa komunikasi yang jujur menjadi kunci keharmonisan mereka di dalam tim.
“Menurutku, karakter terbaik Pecco itu dia sangat ramah dan selalu terus terang, dan itu adalah salah satu dari banyak kebaikan dia. Hal yang paling penting adalah kami memiliki sebuah hubungan yang sangat baik sebagai rekan setim dan kami sangat terus terang, dan inilah yang paling penting,” ungkap Marc Marquez seperti dikutip dari akun Instagram resmi MotoGP.
Sikap Pecco Bagnaia Soal Rivalitas Masa Lalu
Menanggapi hal tersebut, Bagnaia tidak menampik bahwa statusnya sebagai jebolan akademi balap Valentino Rossi sempat memicu banyak spekulasi negatif dari publik. Banyak yang mengira ketegangan masa lalu akan terbawa ke dalam garasi Ducati. Kendati demikian, Pecco memilih untuk bersikap dewasa dan tidak mau ambil pusing dengan drama di luar lintasan.