PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya. Menyebut sebagian besar hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 1447 Hijriah, dipasok dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain dari peternak lokal di Kota Palangka Raya, sebagian besar hewan kurban juga didatangkan dari luar daerah,” kata Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, Kamis (14/5/2026).
Dia menjelaskan. Kebutuhan hewan kurban di Kota Palangka Raya cukup tinggi sehingga membutuhkan tambahan pasokan dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Sebagian besar dipasok dari Kupang, NTT, kemudian Sulawesi Selatan, dan juga NTB,” ujarnya.
Meski demikian, peternak lokal tetap berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat di ibu kota Kalimantan Tengah tersebut.
“Karena kebutuhan sampai sekitar 1.500 ekor sapi, tentu tidak seluruhnya bisa dipenuhi peternak lokal sehingga perlu pasokan tambahan,” katanya.
DPKP memastikan seluruh hewan yang masuk ke Kota Palangka Raya tetap menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.
“Nanti semua diperiksa agar hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat kesehatan,” tutupnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Palangka Raya. Menyebut sebagian besar hewan kurban untuk kebutuhan Iduladha 1447 Hijriah, dipasok dari luar daerah guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Selain dari peternak lokal di Kota Palangka Raya, sebagian besar hewan kurban juga didatangkan dari luar daerah,” kata Kepala DPKP Kota Palangka Raya, Sugiyanto, Kamis (14/5/2026).
Dia menjelaskan. Kebutuhan hewan kurban di Kota Palangka Raya cukup tinggi sehingga membutuhkan tambahan pasokan dari berbagai wilayah di Indonesia.
“Sebagian besar dipasok dari Kupang, NTT, kemudian Sulawesi Selatan, dan juga NTB,” ujarnya.
Meski demikian, peternak lokal tetap berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat di ibu kota Kalimantan Tengah tersebut.
“Karena kebutuhan sampai sekitar 1.500 ekor sapi, tentu tidak seluruhnya bisa dipenuhi peternak lokal sehingga perlu pasokan tambahan,” katanya.
DPKP memastikan seluruh hewan yang masuk ke Kota Palangka Raya tetap menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dijual kepada masyarakat.
“Nanti semua diperiksa agar hewan yang diperjualbelikan memenuhi syarat kesehatan,” tutupnya. (adr)