BBM Subsidi Belum Menjangkau Pedalaman, Gubernur Buka Fakta Lapangan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti distribusi BBM subsidi yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat pedalaman. Kondisi geografis Kalteng yang luas membuat banyak warga desa masih kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, menurut Agustiar, sebagian masyarakat pedalaman harus menempuh perjalanan berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk membeli BBM di SPBU terdekat. Karena itu, dia meminta PT Pertamina mengkaji legalisasi pengecer BBM di wilayah pelosok agar akses masyarakat terhadap BBM subsidi lebih mudah.

Hal itu disampaikan Agustiar saat pertemuan dengan manajemen Pertamina didampingi unsur Forkopimda di Istana Isen Mulang, Sabtu (9/5/2026) malam.

Berdasarkan pemantauannya di lapangan, sekitar 80 persen masyarakat lokal penerima subsidi justru tinggal jauh dari fasilitas SPBU.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing Produk, Kembangkan Sistem Jaringan Usaha

“Biar subsidi ini benar-benar dirasakan, jangan hanya dinikmati di kota-kota saja,” tegas Agustiar.

Dia mengungkapkan, warga pedalaman harus mengorbankan banyak waktu dan biaya untuk mendapatkan BBM di perkotaan.

“Kalau mereka mengambil ke kota akan memakan waktu. Ada yang perjalanannya dua jam, dua hari, bahkan sampai sepuluh hari,” ungkapnya.

Electronic money exchangers listing

Melihat kondisi tersebut, Agustiar menilai keberadaan pengecer BBM masih sangat dibutuhkan masyarakat desa yang sulit dijangkau distribusi resmi.

“Saya meminta kepada Pertamina dan pihak terkait supaya pengecer ini dilegalkan, melihat situasi dan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Agustiar menegaskan persoalan energi berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sehingga perlu segera dicarikan solusi bersama. (her)

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Minta Pemimpin Baru Batara Fokus pada Program Prioritas

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran menyoroti distribusi BBM subsidi yang dinilai belum sepenuhnya menjangkau masyarakat pedalaman. Kondisi geografis Kalteng yang luas membuat banyak warga desa masih kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, menurut Agustiar, sebagian masyarakat pedalaman harus menempuh perjalanan berjam-jam hingga berhari-hari hanya untuk membeli BBM di SPBU terdekat. Karena itu, dia meminta PT Pertamina mengkaji legalisasi pengecer BBM di wilayah pelosok agar akses masyarakat terhadap BBM subsidi lebih mudah.

Hal itu disampaikan Agustiar saat pertemuan dengan manajemen Pertamina didampingi unsur Forkopimda di Istana Isen Mulang, Sabtu (9/5/2026) malam.

Electronic money exchangers listing

Berdasarkan pemantauannya di lapangan, sekitar 80 persen masyarakat lokal penerima subsidi justru tinggal jauh dari fasilitas SPBU.

Baca Juga :  Tingkatkan Daya Saing Produk, Kembangkan Sistem Jaringan Usaha

“Biar subsidi ini benar-benar dirasakan, jangan hanya dinikmati di kota-kota saja,” tegas Agustiar.

Dia mengungkapkan, warga pedalaman harus mengorbankan banyak waktu dan biaya untuk mendapatkan BBM di perkotaan.

“Kalau mereka mengambil ke kota akan memakan waktu. Ada yang perjalanannya dua jam, dua hari, bahkan sampai sepuluh hari,” ungkapnya.

Melihat kondisi tersebut, Agustiar menilai keberadaan pengecer BBM masih sangat dibutuhkan masyarakat desa yang sulit dijangkau distribusi resmi.

“Saya meminta kepada Pertamina dan pihak terkait supaya pengecer ini dilegalkan, melihat situasi dan kondisi seperti ini,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Agustiar menegaskan persoalan energi berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sehingga perlu segera dicarikan solusi bersama. (her)

Baca Juga :  Gubernur Kalteng Minta Pemimpin Baru Batara Fokus pada Program Prioritas

Terpopuler

Artikel Terbaru