PROKALTENG.CO – Seorang bocah perempuan, Azizah Putriana (11), warga Komplek Datu Kalangkala, Desa Tungkaran, Kecamatan Martapura, tewas tenggelam di saluran irigasi Jalan Padang Anyar, Selasa (28/4) siang.
Peristiwa tragisPeristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 14.30 WITA saat korban bersama dua temannya hendak mandi di aliran irigasi.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Banjar, Muhammad Kasyaf, mengungkapkan, korban diduga tergelincir akibat kondisi tepian irigasi yang licin dan miring.
“Korban terpeleset saat hendak masuk ke air, lalu terseret arus,” ujar Kasyaf, Selasa malam.
Melihat kejadian itu, dua teman korban langsung berlari meminta pertolongan warga. Tak lama, lokasi kejadian dipadati warga yang ikut membantu pencarian.
Laporan masuk ke petugas pukul 14.36 WITA. Tim bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.55 WITA.
Proses Pencarian Dramatis
Tim gabungan bersama relawan dan warga langsung melakukan pencarian di aliran irigasi.
Sekitar 30 menit kemudian, korban ditemukan pada pukul 15.04 WITA, berjarak sekitar 50 meter dari titik awal kejadian.
“Korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi awal,” kata Kasyaf.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Puluhan relawan turun langsung ke aliran air yang keruh, sementara lainnya bersiaga di tepian dengan tali pengaman.
Kondisi dinding beton yang miring dan licin menjadi kendala utama dalam proses evakuasi.
“Kondisi tersebut membuat evakuasi cukup sulit,” jelasnya.
Setelah berhasil diangkat menggunakan peralatan water rescue, korban langsung dibawa ke RS Raza Martapura untuk pemeriksaan visum.
Imbauan untuk Orang Tua
Berdasarkan hasil sementara, insiden ini murni kecelakaan akibat korban terpeleset di area yang berisiko tinggi.
DPKP Kabupaten Banjar mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam mengawasi anak-anak saat beraktivitas di sekitar perairan terbuka.
“Kami mengimbau orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak,” tegas Kasyaf.
Ia juga menegaskan bahwa saluran irigasi bukan tempat yang aman untuk bermain atau mandi.
“Jangan jadikan saluran irigasi sebagai tempat mandi atau bermain karena risikonya tinggi,” pungkasnya. (jpg)


