I.League Klarifikasi Isu Wasit Menghilang di Laga Persiba Balikpapan vs PSS Sleman

Operator kompetisi Championship 2025/2026, I.League, akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya tayangan ruangan VAR (Video Assistant Referee) yang terlihat kosong dalam laga Persiba Balikpapan vs PSS Sleman.

Ferry Paulus selaku Direktur Utama I.League, menegaskan tidak ada kesalahan prosedur dalam operasional VAR pada laga tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026), itu berakhir imbang 1-1. Namun, duel tersebut mendadak viral di media sosial setelah munculnya potongan siaran yang memperlihatkan tidak adanya wasit yang bertugas dalam ruang VAR.

Kejadian tersebut terjadi pada menit ke-50, ketika wasit ingin meninjau pelanggaran pemain Persiba Balikpapan, Rical Vieri, lewat VAR. Penonton yang menyaksikan pertandingan pun dibuat kaget. Saat wasit menatap layar monitor di lapangan, tayangan langsung yang juga menyorot ruangan VAR secara bersamaan justru menunjukkan tidak adanya wasit dalam ruangan tersebut.

Setelah momen itu, wasit Naufal pun mengubah keputusannya. Dia membatalkan kartu kuning kepad Rical Vieri, dan langsung menggantinya dengan kartu merah. Alhasil, Persiba Balikpapan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Sontak, kejadian tersebut membuat warganet bertanya-tanya soal hilangnya wasit dalam ruang VAR.

Baca Juga :  All England 2025 Dimulai, Tekad Jonatan Christie Pertahankan Gelar Juara

Merespons kejadian tersebut, Ferry Paulus menyampaikan proses pengambilan keputusan disebut berjalan normal tanpa kendala. Dia menyampaikan seluruh perangkat dan personel VAR, termasuk VAR, AVAR, dan Replay Operator (RO), berada di posisi masing-masing sepanjang laga. Hanya saja, tampilan ruang kosong disebut karena adanya gangguan teknis pada sistem siaran.

“I.League memastikan bahwa seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol yang berlaku. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Ferry Paulus dalam keterangan resmi I.League, Senin (27/4/2026).

Electronic money exchangers listing

“Terkait tayangan yang beredar, kami mengidentifikasi adanya system error pada sisi penayangan sehingga visual yang muncul tidak merepresentasikan kondisi real-time di ruang VAR,” lanjutnya.

Ferry Pualus menambahkan setiap proses on-field review tetap dilakukan melalui koordinasi penuh antara wasit di lapangan dan tim VAR di ruang kontrol. Sistem komunikasi serta alur kerja berjalan normal sesuai regulasi kompetisi.

Baca Juga :  Kans Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar US Open 2025

“I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi dan memastikan penggunaan teknologi VAR dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

Satu yang pasti, kejadian tersebut sangat disayangkan. Apalagi, duel Persiba Balikpapan versus PSS Sleman adalah pertandingan krusial. Andai Super Elja merebut kemenangan di laga tersebut, praktis mereka dapat mengunci tiket promosi ke Super League musim depan.

PSS Sleman saat ini memimpin klasemen Grup 2 Championship 2025/2026 dengan 53 poin, sama seperti Persipura Jayapura yang mengekor di posisi kedua. Super Elja masih memimpin karena unggul head to head.

Dengan hasil imbang kontra Persiba Balikpapan, maka PSS Sleman wajib menang saat menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-27 alias pekan terakhir Grup 2 Championship 2025/2026. Sebab tambahan tiga poin akan membawa Super Elang Jawa juara grup dan mengunci tiket promosi Super League musim depan.(jpc)

Operator kompetisi Championship 2025/2026, I.League, akhirnya memberikan klarifikasi terkait viralnya tayangan ruangan VAR (Video Assistant Referee) yang terlihat kosong dalam laga Persiba Balikpapan vs PSS Sleman.

Ferry Paulus selaku Direktur Utama I.League, menegaskan tidak ada kesalahan prosedur dalam operasional VAR pada laga tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Batakan, Minggu (26/4/2026), itu berakhir imbang 1-1. Namun, duel tersebut mendadak viral di media sosial setelah munculnya potongan siaran yang memperlihatkan tidak adanya wasit yang bertugas dalam ruang VAR.

Electronic money exchangers listing

Kejadian tersebut terjadi pada menit ke-50, ketika wasit ingin meninjau pelanggaran pemain Persiba Balikpapan, Rical Vieri, lewat VAR. Penonton yang menyaksikan pertandingan pun dibuat kaget. Saat wasit menatap layar monitor di lapangan, tayangan langsung yang juga menyorot ruangan VAR secara bersamaan justru menunjukkan tidak adanya wasit dalam ruangan tersebut.

Setelah momen itu, wasit Naufal pun mengubah keputusannya. Dia membatalkan kartu kuning kepad Rical Vieri, dan langsung menggantinya dengan kartu merah. Alhasil, Persiba Balikpapan harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50. Sontak, kejadian tersebut membuat warganet bertanya-tanya soal hilangnya wasit dalam ruang VAR.

Baca Juga :  All England 2025 Dimulai, Tekad Jonatan Christie Pertahankan Gelar Juara

Merespons kejadian tersebut, Ferry Paulus menyampaikan proses pengambilan keputusan disebut berjalan normal tanpa kendala. Dia menyampaikan seluruh perangkat dan personel VAR, termasuk VAR, AVAR, dan Replay Operator (RO), berada di posisi masing-masing sepanjang laga. Hanya saja, tampilan ruang kosong disebut karena adanya gangguan teknis pada sistem siaran.

“I.League memastikan bahwa seluruh proses VAR berjalan sesuai standar dan protokol yang berlaku. Tidak ada kendala dalam operasional pengambilan keputusan di lapangan,” ujar Ferry Paulus dalam keterangan resmi I.League, Senin (27/4/2026).

“Terkait tayangan yang beredar, kami mengidentifikasi adanya system error pada sisi penayangan sehingga visual yang muncul tidak merepresentasikan kondisi real-time di ruang VAR,” lanjutnya.

Ferry Pualus menambahkan setiap proses on-field review tetap dilakukan melalui koordinasi penuh antara wasit di lapangan dan tim VAR di ruang kontrol. Sistem komunikasi serta alur kerja berjalan normal sesuai regulasi kompetisi.

Baca Juga :  Kans Aryna Sabalenka Pertahankan Gelar US Open 2025

“I.League berkomitmen menjaga integritas kompetisi dan memastikan penggunaan teknologi VAR dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

Satu yang pasti, kejadian tersebut sangat disayangkan. Apalagi, duel Persiba Balikpapan versus PSS Sleman adalah pertandingan krusial. Andai Super Elja merebut kemenangan di laga tersebut, praktis mereka dapat mengunci tiket promosi ke Super League musim depan.

PSS Sleman saat ini memimpin klasemen Grup 2 Championship 2025/2026 dengan 53 poin, sama seperti Persipura Jayapura yang mengekor di posisi kedua. Super Elja masih memimpin karena unggul head to head.

Dengan hasil imbang kontra Persiba Balikpapan, maka PSS Sleman wajib menang saat menghadapi PSIS Semarang di pekan ke-27 alias pekan terakhir Grup 2 Championship 2025/2026. Sebab tambahan tiga poin akan membawa Super Elang Jawa juara grup dan mengunci tiket promosi Super League musim depan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru