PROKALTENG.CO-Prajurit TNI Praka Rico Pramudia (31) yang sempat koma sekitar satu bulan usai kena serangan artileri Israel, akhirnya gugur atau meninggal dunia, Jumat (24/4).
Personel TNI yang merupakan bagian dari pasukan UNIFIL ini menderita luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.
Dengan gugurnya Praka Rico, total empat anggota TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel antara lain Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan terbaru Praka Rico.
Dalam pernyataan tertulisnya di platform X, UNIFIL menyampaikan Praka Rico meninggal usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parah yang dideritanya.
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026) dikutip dari Antara.
Pasukan PBB menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan UNIFIL kepada pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, serta khususnya kepada TNI Angkatan Darat.
UNIFIL juga menuntut semua pihak agar melaksanakan kewajiban terhadap hukum internasional, salah satunya dengan memastikan keamanan dan keselamatan personel maupun properti PBB.
“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL. (pojoksatu/jpg)
PROKALTENG.CO-Prajurit TNI Praka Rico Pramudia (31) yang sempat koma sekitar satu bulan usai kena serangan artileri Israel, akhirnya gugur atau meninggal dunia, Jumat (24/4).
Personel TNI yang merupakan bagian dari pasukan UNIFIL ini menderita luka serius akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.
Dengan gugurnya Praka Rico, total empat anggota TNI gugur di Lebanon akibat serangan Israel antara lain Praka Farizal Romadhon, Sertu Muhammad Nur Ichwan dan Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan terbaru Praka Rico.
Dalam pernyataan tertulisnya di platform X, UNIFIL menyampaikan Praka Rico meninggal usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parah yang dideritanya.
“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, Jumat (24/4/2026) dikutip dari Antara.
Pasukan PBB menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.
Ungkapan belasungkawa juga disampaikan UNIFIL kepada pemerintah dan rakyat Republik Indonesia, serta khususnya kepada TNI Angkatan Darat.
UNIFIL juga menuntut semua pihak agar melaksanakan kewajiban terhadap hukum internasional, salah satunya dengan memastikan keamanan dan keselamatan personel maupun properti PBB.
“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL. (pojoksatu/jpg)