Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena di Momen Lebaran 2026, Nilai Kontraknya Rp5,5 Miliar

Ruben Onsu merasa telah menjadi korban penipuan bisnis mukena di momen Lebaran 2026. Kesal, Ruben pun sempat memperlihatkan terduga pelaku melalui unggahan akun media sosialnya.

Kabar Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan dari seseorang bernama Pilipus Suprihatin dibenarkan oleh pengacara Minola Sebayang selaku kuasa hukumnya. Menurut dia, nilai kontrak kerja sama di bisnis mukena ini sekitar Rp 5,5 miliar.

“Ruben bercerita beberapa bulan sebelum lebaran, Ruben dikenalkan oleh temannya kepada Pilipus. Katanya, Pilipus bisa mengenalkan atau menjadi jembatan bagi Ruben dengan sebuah perusahaan yang memproduksi mukena,” kata Minola Sebayang saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4).

Ruben awalnya tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Ruben percaya sehingga dia pun melakukan transfer sejumlah ke nomor rekening pribadi Pilipus Suprihatin dan juga ke nomor rekening atas nama perusahaan.

Baca Juga :  Jordi Onsu Ungkap Fakta soal Kabar Ruben Onsu Kritis di Rumah Sakit

“Ruben beberapa kali melakukan transfer ke dua nomor rekening. Pertama, ke rekening pribadinya Philipus. Kedua, ke rekening perusahaan,” ungkap Minola Sebayang.

Ruben Onsu mulai mengendus ada yang tidak beres dalam bisnis mukena ini. Pasalnya, produk yang dijanjikan tidak kunjung ada sampai mendekati bulan Ramadhan. Pada saat ditanya, Pilipus awalnya memberikan respons dengan meneruskan pesan WhatsApp yang diklaim berasal dari admin perusahaan.

“Admin PT kasih WA ke dia seolah-olah kemudian di-forward ke Ruben. Tapi Ruben curiga semua peran itu dimainkan oleh satu orang ini. Peran PT, peran admin, dan peran dirinya sendiri dimainkan oleh orang yang gambarnya di-posting Ruben akun di media sosialnya,” kata Minola Sebayang.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Ditinggal 2 Personel, Rollfast Lepas Album Garatuba

Kecurigaan Ruben Onsu bertambah setelah Pilipus tiba-tiba menghilang setelah ditanya lebih lanjut perihal kejelasan bisnis mukena. Setelah ditelusuri, ternyata uang yang sempat diberikan kepada terduga pelaku tidak benar-benar sampai kepada perusahaan yang memproduksi mukena.

“Ruben berkali-kali berusaha menghubungi, tapi Pilipus tidak bisa dihubungi dan yang bersangkutan menghilang,” ungkap Minola Sebayang.

Ruben Onsu berharap Pilipus dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia masih memberikan waktu kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Jika upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak kunjung membuahkan hasil, maka Ruben Onsu berencana menempuh jalur hukum. Gara-gara tindakan terduga pelaku, keuangan perusahaan Ruben Onsu jadi kurang stabil.(jpc)

Ruben Onsu merasa telah menjadi korban penipuan bisnis mukena di momen Lebaran 2026. Kesal, Ruben pun sempat memperlihatkan terduga pelaku melalui unggahan akun media sosialnya.

Kabar Ruben Onsu diduga menjadi korban penipuan dari seseorang bernama Pilipus Suprihatin dibenarkan oleh pengacara Minola Sebayang selaku kuasa hukumnya. Menurut dia, nilai kontrak kerja sama di bisnis mukena ini sekitar Rp 5,5 miliar.

“Ruben bercerita beberapa bulan sebelum lebaran, Ruben dikenalkan oleh temannya kepada Pilipus. Katanya, Pilipus bisa mengenalkan atau menjadi jembatan bagi Ruben dengan sebuah perusahaan yang memproduksi mukena,” kata Minola Sebayang saat ditemui di bilangan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (21/4).

Electronic money exchangers listing

Ruben awalnya tidak menaruh kecurigaan sama sekali. Ruben percaya sehingga dia pun melakukan transfer sejumlah ke nomor rekening pribadi Pilipus Suprihatin dan juga ke nomor rekening atas nama perusahaan.

Baca Juga :  Jordi Onsu Ungkap Fakta soal Kabar Ruben Onsu Kritis di Rumah Sakit

“Ruben beberapa kali melakukan transfer ke dua nomor rekening. Pertama, ke rekening pribadinya Philipus. Kedua, ke rekening perusahaan,” ungkap Minola Sebayang.

Ruben Onsu mulai mengendus ada yang tidak beres dalam bisnis mukena ini. Pasalnya, produk yang dijanjikan tidak kunjung ada sampai mendekati bulan Ramadhan. Pada saat ditanya, Pilipus awalnya memberikan respons dengan meneruskan pesan WhatsApp yang diklaim berasal dari admin perusahaan.

“Admin PT kasih WA ke dia seolah-olah kemudian di-forward ke Ruben. Tapi Ruben curiga semua peran itu dimainkan oleh satu orang ini. Peran PT, peran admin, dan peran dirinya sendiri dimainkan oleh orang yang gambarnya di-posting Ruben akun di media sosialnya,” kata Minola Sebayang.

Baca Juga :  Ditinggal 2 Personel, Rollfast Lepas Album Garatuba

Kecurigaan Ruben Onsu bertambah setelah Pilipus tiba-tiba menghilang setelah ditanya lebih lanjut perihal kejelasan bisnis mukena. Setelah ditelusuri, ternyata uang yang sempat diberikan kepada terduga pelaku tidak benar-benar sampai kepada perusahaan yang memproduksi mukena.

“Ruben berkali-kali berusaha menghubungi, tapi Pilipus tidak bisa dihubungi dan yang bersangkutan menghilang,” ungkap Minola Sebayang.

Ruben Onsu berharap Pilipus dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dia masih memberikan waktu kepada yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.

Jika upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak kunjung membuahkan hasil, maka Ruben Onsu berencana menempuh jalur hukum. Gara-gara tindakan terduga pelaku, keuangan perusahaan Ruben Onsu jadi kurang stabil.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru