KERINGAT malam bukan hanya terasa tidak nyaman, namun gejala di mana Anda terbangun dengan tubuh basah kuyup oleh keringat.
Hal ini dapat terjadi bahkan di ruangan yang sejuk, mengganggu tidur, dan membuat Anda kelelahan keesokan harinya.
Tidak seperti keringat biasa akibat panas atau olahraga, keringat malam menandakan pengaturan suhu tubuh Anda menjadi kacau.
Alhasil dapat terjadi karena masalah kesehatan yang mendasarinya. Ketika Anda memahami penyebab keringat malam, ini dapat membantu Anda mengambil tindakan yang diperlukan.
Dilansir ndtv, berikut beberapa kondisi yang dapat menyebabkan keringat di malam hari.
- Infeksi
Infeksi adalah penyebab utama keringat malam, karena tubuh melawan kuman dengan meningkatkan suhunya.
Tuberkulosis (TB) sering menyebabkan keringat berlebihan di malam hari, disertai batuk, demam, dan penurunan berat badan.
Kondisi ini lebih umum terjadi di daerah padat penduduk tetapi dapat diobati dengan antibiotik.
Infeksi lain seperti HIV, endokarditis (infeksi katup jantung), osteomielitis (infeksi tulang), abses, masalah jamur, atau mononukleosis juga dapat menyebabkan keringat berulang.
- Perubahan hormonal
Menopause atau perimenopause menyebabkan sensasi panas dan keringat malam karena penurunan kadar estrogen, yang mengganggu termostat tubuh.
Wanita berusia 40-an atau 50-an sering terbangun dengan keringat berlebihan, terkadang disertai jantung berdebar atau perubahan suasana hati.
Sensasi panas ini berlangsung beberapa menit tetapi terjadi setiap malam, mengganggu tidur.
Terapi hormon, gel pendingin, atau perubahan gaya hidup seperti menghindari pemicu (makanan pedas, kafein) dapat membantu mengatasinya.
Kehamilan atau sindrom pramenstruasi (PMS) dapat menyerupai kondisi ini pada wanita yang lebih muda melalui perubahan hormon yang serupa.
- Kanker
Beberapa jenis kanker, seperti limfoma dan leukemia memicu keringat malam karena tubuh melawan sel-sel abnormal.
Leukemia mungkin disertai memar atau kelelahan, sementara limfoma menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.
Deteksi dini melalui biopsi atau pemindaian meningkatkan prognosis sehingga keringat yang terus-menerus disertai benjolan atau kelelahan memerlukan pemeriksaan segera.
- Hipertiroidisme
Kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme) mempercepat metabolisme, meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan keringat berlebih, bahkan di malam hari.
Anda mungkin merasakan detak jantung yang cepat, tremor, penurunan berat badan meskipun makan lebih banyak, kecemasan, atau kelelahan.
Kelenjar tiroid di leher memproduksi hormon secara berlebihan, mengganggu tidur.
- Kecemasan dan stres
Masalah kesehatan mental seperti kecemasan, stres, atau PTSD mengaktifkan respons ‘lawan atau lari’, membanjiri tubuh dengan adrenalin yang meningkatkan produksi keringat siang dan malam.
Kekhawatiran di malam hari atau serangan panik dapat membuat Anda terbangun dalam keadaan basah kuyup, sering kali dengan detak jantung yang cepat atau gelisah.
Stres kronis memperburuknya, menciptakan siklus tidur yang buruk.
- Gula darah rendah
Pada diabetes atau pradiabetes, kadar gula darah rendah di malam hari (hipoglikemia) menyebabkan pelepasan adrenalin yang meningkatkan glukosa sehingga menyebabkan keringat dingin, gemetar, atau kebingungan.
Hal ini terjadi setelah pemberian insulin, melewatkan makan, atau berolahraga.
Gejalanya meliputi sakit kepala atau mimpi buruk saat bangun tidur.
- GERD atau sleep apnea
Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) menyebabkan asam lambung naik di malam hari, mengiritasi kerongkongan dan memicu keringat disertai rasa tidak nyaman atau batuk.
Sleep apnea, di mana pernapasan berhenti, memberi tekanan pada tubuh, meningkatkan detak jantung dan menyebabkan keringat.
GERD memburuk saat berbaring dan apnea menambah dengkuran atau rasa kantuk di siang hari.(jpg)


