Paskah di GKE Bethlehem: Saat Kebangkitan Menjadi Kekuatan Baru

Suasana Minggu pagi (5/4) di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Bethlehem, Palangka Raya, terasa berbeda dari biasanya. Sebanyak 243 jemaat berkumpul dalam satu napas syukur, merayakan Paskah 2026 dengan penuh kekhidmatan.

Jefri Pratama, Palangka Raya

Di balik gedung gereja yang tenang, tersimpan sebuah pesan besar tentang pemulihan: “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.

Paskah tahun ini bukan hanya tentang mengenang peristiwa ribuan tahun lalu. Melalui khotbahnya, Pendeta Dessy Wulandari Singal mengingatkan bahwa kebangkitan Yesus adalah jantung dari iman. Ini adalah janji bahwa bagi setiap orang percaya, selalu ada kemenangan setelah penderitaan.

“Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi semangat dan harapan. Seperti Kristus menang atas maut, demikian juga setiap orang yang percaya akan dimenangkan di dalam Tuhan,” ujar Pdt. Dessy dengan teduh.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Ziarah Makam Hari Paskah di Palangka Raya

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siapa saja yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan beratnya beban hidup, bahwa maut sekalipun telah dikalahkan. Apalagi sekadar tantangan duniawi.

Di momen Paskah, tak jarang kita melihat jemaat berbondong-bondong melakukan ziarah kubur. Pdt. Dessy menjelaskan bahwa ini adalah wujud cinta kasih dan penghormatan pribadi kepada mereka yang telah mendahului kita. Meski bukan kewajiban gereja, momen ini seringkali menjadi ruang refleksi bagi umat untuk merayakan relasi kasih yang tak putus oleh waktu.

Electronic money exchangers listing

“Ziarah kubur adalah bentuk penghormatan kepada saudara-saudara yang telah dipanggil Tuhan, sebagai wujud cinta kasih. Gereja juga melayani ibadah di pemakaman, namun ini bukan sesuatu yang diwajibkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Wardian Klaim Sepihak, Warga Pemilik Lahan Melawan

Satu Perayaan, Dua Kebahagiaan

Kegembiraan jemaat GKE Bethlehem terasa berlipat ganda pagi itu. Selain merayakan Paskah, mereka juga bersyukur atas hari jadi GKE yang ke-187. Sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur yang membumi, pemotongan tumpeng pun dilakukan bersama seluruh jemaat.

Melalui kehangatan ibadah pagi itu, ada satu harapan yang dibawa pulang oleh setiap jemaat. Yakni untuk bisa terus bertumbuh dalam kasih dan menjadi manusia baru yang lebih peduli pada sesama. Sebab di dalam kebangkitan, selalu ada peluang untuk memulai kembali. (*/hnd)

 

 

Suasana Minggu pagi (5/4) di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Bethlehem, Palangka Raya, terasa berbeda dari biasanya. Sebanyak 243 jemaat berkumpul dalam satu napas syukur, merayakan Paskah 2026 dengan penuh kekhidmatan.

Jefri Pratama, Palangka Raya

Di balik gedung gereja yang tenang, tersimpan sebuah pesan besar tentang pemulihan: “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.

Electronic money exchangers listing

Paskah tahun ini bukan hanya tentang mengenang peristiwa ribuan tahun lalu. Melalui khotbahnya, Pendeta Dessy Wulandari Singal mengingatkan bahwa kebangkitan Yesus adalah jantung dari iman. Ini adalah janji bahwa bagi setiap orang percaya, selalu ada kemenangan setelah penderitaan.

“Kebangkitan Tuhan Yesus menjadi semangat dan harapan. Seperti Kristus menang atas maut, demikian juga setiap orang yang percaya akan dimenangkan di dalam Tuhan,” ujar Pdt. Dessy dengan teduh.

Baca Juga :  Merawat Tradisi Ziarah Makam Hari Paskah di Palangka Raya

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi siapa saja yang mungkin saat ini sedang bergelut dengan beratnya beban hidup, bahwa maut sekalipun telah dikalahkan. Apalagi sekadar tantangan duniawi.

Di momen Paskah, tak jarang kita melihat jemaat berbondong-bondong melakukan ziarah kubur. Pdt. Dessy menjelaskan bahwa ini adalah wujud cinta kasih dan penghormatan pribadi kepada mereka yang telah mendahului kita. Meski bukan kewajiban gereja, momen ini seringkali menjadi ruang refleksi bagi umat untuk merayakan relasi kasih yang tak putus oleh waktu.

“Ziarah kubur adalah bentuk penghormatan kepada saudara-saudara yang telah dipanggil Tuhan, sebagai wujud cinta kasih. Gereja juga melayani ibadah di pemakaman, namun ini bukan sesuatu yang diwajibkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Wardian Klaim Sepihak, Warga Pemilik Lahan Melawan

Satu Perayaan, Dua Kebahagiaan

Kegembiraan jemaat GKE Bethlehem terasa berlipat ganda pagi itu. Selain merayakan Paskah, mereka juga bersyukur atas hari jadi GKE yang ke-187. Sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur yang membumi, pemotongan tumpeng pun dilakukan bersama seluruh jemaat.

Melalui kehangatan ibadah pagi itu, ada satu harapan yang dibawa pulang oleh setiap jemaat. Yakni untuk bisa terus bertumbuh dalam kasih dan menjadi manusia baru yang lebih peduli pada sesama. Sebab di dalam kebangkitan, selalu ada peluang untuk memulai kembali. (*/hnd)

 

 

Terpopuler

Artikel Terbaru