PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tercatat mengalami penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara traffic untuk penumpang kita mengalami penurunan sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya,” kata General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, Sabtu (28/3/2026).
Dia menjelaskan, meski jumlah penumpang menurun, pergerakan pesawat justru mengalami peningkatan tipis pada periode yang sama.
“Untuk pertumbuhan pesawat itu mengalami kenaikan 1,1 persen dari tahun sebelumnya di hari yang sama,” ujarnya.
Berdasarkan data, total penumpang selama periode mudik dan arus balik dari 13 Maret hingga H+5 lebaran mencapai puluhan ribu orang.
“Secara angka untuk arus mudik dan arus balik mulai dari pembukaan posko sampai H+5 itu sudah kami rekap sebesar 35.651 orang,” jelasnya.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 39.051 penumpang.
“Ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.
Menurut Made, penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan masyarakat yang sudah mulai bepergian lebih awal sebelum masa resmi mudik ditetapkan.
“Masyarakat sudah berangsur-angsur mendahului untuk meninggalkan Kota Palangka Raya sebelum masa mudik,” ungkapnya. (adr)
PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya tercatat mengalami penurunan jumlah penumpang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Secara traffic untuk penumpang kita mengalami penurunan sebesar 8 persen dari tahun sebelumnya,” kata General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, Sabtu (28/3/2026).
Dia menjelaskan, meski jumlah penumpang menurun, pergerakan pesawat justru mengalami peningkatan tipis pada periode yang sama.
“Untuk pertumbuhan pesawat itu mengalami kenaikan 1,1 persen dari tahun sebelumnya di hari yang sama,” ujarnya.
Berdasarkan data, total penumpang selama periode mudik dan arus balik dari 13 Maret hingga H+5 lebaran mencapai puluhan ribu orang.
“Secara angka untuk arus mudik dan arus balik mulai dari pembukaan posko sampai H+5 itu sudah kami rekap sebesar 35.651 orang,” jelasnya.
Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai 39.051 penumpang.
“Ini mengalami penurunan sebesar 8 persen dibandingkan tahun lalu,” tambahnya.
Menurut Made, penurunan ini dipengaruhi oleh perubahan pola perjalanan masyarakat yang sudah mulai bepergian lebih awal sebelum masa resmi mudik ditetapkan.
“Masyarakat sudah berangsur-angsur mendahului untuk meninggalkan Kota Palangka Raya sebelum masa mudik,” ungkapnya. (adr)