PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kobar.
Melaksanakan sosialisasi dan Mutual Check Awal (MC-0) pekerjaan pembangunan rehabilitasi Sport Center Kabupaten Kotawaringin Barat di Lapangan Sport Center Pangkalan Bun, Rabu (11/3).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dispora Kobar yang didampingi Kepala Bidang Pengembangan dan Pembudayaan Olahraga serta Kepala Bidang Pengembangan Prestasi Olahraga Dispora Kobar, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kobar Suryadi. Turut hadir pula perwakilan KONI Kobar serta perwakilan dari sejumlah cabang olahraga.
Kepala Dispora Kobar, Alfan Khusnaini. Menyampaikan bahwa sosialisasi dan Mutual Check Awal (MC-0) merupakan tahapan penting dalam proses pembangunan atau rehabilitasi sport center.
Tahapan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara perencanaan awal dengan kondisi riil di lapangan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
“MC-0 berfungsi sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan riil sebelum konstruksi dimulai. Kami berharap pembangunan sport center ini dapat berjalan dengan efisien sehingga selesai tepat waktu, bahkan jika memungkinkan bisa lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUPR Kobar Suryadi. Menekankan pentingnya memperhatikan aspek keselamatan kerja selama proses pembangunan berlangsung, termasuk penggunaan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja.
“Keselamatan kerja harus menjadi perhatian utama. Para pekerja adalah manusia yang berhak mendapatkan perlindungan agar tetap aman hingga proyek pembangunan ini selesai,” tegasnya.
Rehabilitasi Sport Center ini merupakan bagian dari upaya peningkatan fasilitas olahraga di Kabupaten Kotawaringin Barat dalam rangka persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah ke-13 Tahun 2026 yang akan diselenggarakan di Kobar.
Pada tahap ini, pembangunan difokuskan pada penyempurnaan struktur utama serta penambahan beberapa fasilitas penunjang guna meningkatkan kualitas sarana olahraga.
Melalui pelaksanaan MC-0, dilakukan pengukuran ulang bersama antara kontraktor, konsultan pengawas, dan pemilik proyek terhadap volume pekerjaan sebelum pekerjaan fisik dimulai. Langkah ini bertujuan untuk menghindari perbedaan perhitungan biaya maupun volume pekerjaan pada tahap akhir proyek.
Selain itu, kegiatan sosialisasi juga dilakukan untuk menyampaikan rencana rehabilitasi kepada para pemangku kepentingan, termasuk pengelola sport center, atlet, serta masyarakat sekitar agar memahami tujuan, dampak, serta jangka waktu pelaksanaan pembangunan.
Hasil dari kegiatan MC-0 nantinya akan dituangkan dalam berita acara yang menjadi dasar pelaksanaan konstruksi. Apabila terdapat perubahan volume pekerjaan dari kontrak awal, maka akan dilakukan penyesuaian melalui Contract Change Order (CCO).(mmc/ind)


