PROKALTENG.CO-Tim SAR gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap Kopsah (73), seorang warga lanjut usia yang dilaporkan hilang di area perkebunan Desa Tri Martani, Kecamatan Sungai Loban, Kabupaten Tanah Bumbu. Hingga Rabu (25/3), keberadaan perempuan yang diketahui dalam kondisi pikun tersebut belum ditemukan.
Peristiwa ini bermula saat keluarga meninggalkan rumah untuk melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) pagi. Namun, saat pihak keluarga kembali ke kediaman, Kopsah sudah tidak berada di tempat. Diduga, korban berjalan keluar rumah dan memasuki area perkebunan yang terletak tepat di belakang rumahnya.
Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian mandiri selama beberapa hari. Lantaran tak membuahkan hasil, kejadian tersebut akhirnya dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Batulicin dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin pada Selasa (24/3) siang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, I Putu Sudayana, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Batulicin. Tim yang berjumlah empat personel tersebut dilengkapi dengan satu unit rescue carrier, peralatan jungle rescue, serta alat komunikasi untuk mendukung operasi di lapangan.
Pihaknya menginstruksikan tim untuk melakukan penyisiran intensif di titik terakhir korban terlihat dengan metode open grid darat.
“Mengingat usia korban yang sudah lanjut dan kondisi cuaca yang berawan, kecepatan serta koordinasi antarunsur menjadi kunci utama dalam operasi ini,” ujar Putu.
Operasi SAR ini melibatkan sinergi dari berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR Batulicin, Polsek Sungai Loban, TNI, tim ERT PT BIB, PPA, CK, PT TIA, hingga masyarakat setempat. Tim dilaporkan telah tiba di lokasi sejak Selasa sore sekitar pukul 15.00 Wita dan langsung melakukan koordinasi serta penyisiran awal
Meski tak ada kendala teknis yang signifikan, luasnya area perkebunan menjadi tantangan utama bagi tim gabungan dalam melacak jejak korban. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih menyisir kawasan perkebunan dengan harapan dapat segera menemukan titik terang terkait keberadaan lansia tersebut. (jpg)


