PANGKALAN BUN, PROKALTENG.CO– Instalasi Dialisis RSUD Sultan Imanuddin (RSSI) Pangkalan Bun, menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di Rumah Makan Wong Solo Pangkalan Bun, Minggu (16/3/2026).
Kegiatan ini dalam rangka memperingati World Kidney Day (Hari Ginjal Sedunia) Tahun 2026. “Peringatan World Kidney Day menjadi pengingat bagi semua pihak, untuk terus meningkatkan upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan ginjal,” kata Direktur RSSI Pangkalan Bun, Fachruddin.
Dikatakan Fachruddin. Peringatan World Kidney Day 2026. Dimaknai sebagai gerakan bersama untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini. Melalui semangat Green Kidney Day 2026, juga diajak peduli terhadap lingkungan, karena lingkungan yang sehat akan berdampak pada kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, dr. Untung Surapati, Sp.PD-KGH., FINASIM hadir sebagai narasumber yang menyampaikan pentingnya deteksi dini penyakit ginjal, pengendalian faktor risiko seperti hipertensi dan diabetes, serta penerapan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan. Bahwa banyak kasus penyakit ginjal berkembang tanpa gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan kesehatan secara rutin menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan.
Melalui kegiatan ini, RSSI Pangkalan Bun berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan ginjal, menerapkan gaya hidup sehat, serta memperkuat dukungan bagi pasien dengan penyakit ginjal, termasuk melalui peran komunitas seperti KPCDI di Kabupaten Kobar.
Kegiatan tersebut dihadiri anggota KPCDI serta pasien Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) di Kabupaten Kotawaringin Barat. Peringatan tahun ini mengusung tema “Green Kidney Day 2026” sebagai ajakan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan ginjal sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain menjadi momentum mempererat silaturahmi antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga pasien, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian materi edukasi seputar pencegahan dan penanganan penyakit ginjal.(mmckobar/ind)


