30.4 C
Jakarta
Monday, April 6, 2026

Tragis, Pemuda Asal Pangkalan Bun Tenggelam di Sungai Bayat Belantikan Raya

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Setelah dilakukan pencarian selama satu hari satu malam, Rega Anggi Anggara (25), pemuda yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, akhirnya ditemukan pada Minggu (15/3/2026) siang.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.15 WIB, tidak jauh dari lokasi awal dirinya dilaporkan terseret arus.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Korban, yang merupakan warga Pasanah, Sidorejo, Pangkalan Bun, sedang mandi di sungai bersama beberapa rekannya.

Berdasarkan informasi sementara, korban mencoba berenang menyeberangi sungai.

Namun, diduga karena kuatnya arus air, pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Merambang ini tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Putra Lamandau Lolos Future Leaders Camp, Bukti SDM Mampu Bersaing

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kabar penemuan jasad korban. Ia menyatakan bahwa tim di lapangan telah berhasil mengevakuasi korban.

Electronic money exchangers listing

“Benar, laporan awal untuk korban tenggelam sudah ditemukan pada pukul 11.15 siang ini. Menurut informasi di lapangan, jenazah akan langsung dibawa ke Pangkalan Bun menggunakan ambulans,” ujar Hendikel kepada wartawan, Minggu (15/3).

Hendikel menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menyusun laporan lengkap terkait detail penemuan tersebut.

“Sementara itu dulu laporan awalnya, informasi lebih lanjut akan kami sampaikan segera,” imbuhnya.

Menanggapi musibah ini, Hendikel kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran sungai, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Jaga Kekhusyukan Ibadah, Polres Lamandau Siagakan Personel di Masjid-Masjid

Cuaca dan arus sungai yang tidak menentu dapat menjadi ancaman keselamatan sewaktu-waktu.

“Kami terus menekankan pentingnya berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai yang memiliki arus cukup deras guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Setelah dilakukan pencarian selama satu hari satu malam, Rega Anggi Anggara (25), pemuda yang dilaporkan hilang di aliran Sungai Bayat, Kecamatan Belantikan Raya, akhirnya ditemukan pada Minggu (15/3/2026) siang.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 11.15 WIB, tidak jauh dari lokasi awal dirinya dilaporkan terseret arus.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Electronic money exchangers listing

Korban, yang merupakan warga Pasanah, Sidorejo, Pangkalan Bun, sedang mandi di sungai bersama beberapa rekannya.

Berdasarkan informasi sementara, korban mencoba berenang menyeberangi sungai.

Namun, diduga karena kuatnya arus air, pemuda yang sehari-harinya bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Merambang ini tidak mampu bertahan dan akhirnya tenggelam.

Baca Juga :  Putra Lamandau Lolos Future Leaders Camp, Bukti SDM Mampu Bersaing

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Hendikel, membenarkan kabar penemuan jasad korban. Ia menyatakan bahwa tim di lapangan telah berhasil mengevakuasi korban.

“Benar, laporan awal untuk korban tenggelam sudah ditemukan pada pukul 11.15 siang ini. Menurut informasi di lapangan, jenazah akan langsung dibawa ke Pangkalan Bun menggunakan ambulans,” ujar Hendikel kepada wartawan, Minggu (15/3).

Hendikel menambahkan bahwa saat ini pihaknya masih menyusun laporan lengkap terkait detail penemuan tersebut.

“Sementara itu dulu laporan awalnya, informasi lebih lanjut akan kami sampaikan segera,” imbuhnya.

Menanggapi musibah ini, Hendikel kembali mengingatkan masyarakat, terutama yang tinggal atau beraktivitas di sepanjang bantaran sungai, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

Baca Juga :  Jaga Kekhusyukan Ibadah, Polres Lamandau Siagakan Personel di Masjid-Masjid

Cuaca dan arus sungai yang tidak menentu dapat menjadi ancaman keselamatan sewaktu-waktu.

“Kami terus menekankan pentingnya berhati-hati saat beraktivitas di perairan, terutama di sungai yang memiliki arus cukup deras guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa,” pungkasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru